Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Pertengkaran
Dream - Dari pasangan suami istri lalu menjadi orangtua, perubahan besar pun terjadi. Penyesuaian harus segera dilakukan. Kehadiran anak boleh dibilang secara drastis mengubah hubungan suami istri.
" Hubungan akan sangat berubah, jika sebelumnya Anda dan pasangan memiliki arah dan tujuan sama, sejak adanya anak maka hubungan jadi lebih kompetitif. Kemunculan konflik merupakan hal yang wajar, namun hal ini harus disikapi dengan baik," ujara Claudia Luiz, seorang psikolog yang juga penulis buku The Making of a Psychoanalyst.
Adanya anak akan sangat menyita waktu, perhatian, dan fokus orangtua. Dalam hal ini kehadiran anak jika warnai kekompakan dalam mengasuhnya akan membuat kualitas hubungan suami istri akan semakin baik.
" Kenyataannya memang tak semudah itu, ketika dihadapi dengan konflik orangtua sering kehilangan kontrol. Efeknya, kualitas hubungan jadi memburuk," ungkap Luiz.
Ada masalah atau konflik yang sering terjadi pada hubungan suami istri ketika menjadi orangtua baru. Apa saja dan bagaimana menghadapinya?
Keintiman
Tak dipungkiri, mengurus bayi apalagi sambil bekerja kantoran dan mengatur rumah tangga sangat menguras fisik dan emosi ibu. Kelelahan terus dirasakan, termasuk ketika berhadapan dengan pasangan. Jika dibiarkan, suami akan merasa 'ditinggalkan, komunikasi pun jadi tak berjalan, keintiman jadi memudar. Hasrat untuk bermesraan kadang tertutupi begitu saja dengan kelelahan.
Untuk itu bicarakan dengan pasangan kondisi yang Anda rasakan. Kadang kaum pria tak mengerti jika tak diberitahu secara detail. Membagi tugas atau mengeluarkan emosi akan sangat membantu mengurangi kelelahan emosi.
Menyerahkan 'tugas' pada satu orang
Menjadi orangtua adalah menjadi tim. Tak mungkin menyerahkan seluruhnya pengurusan anak pada istri saja. Jika hal ini terjadi, tentu saja akan menimbulkan konflik. Bagi pasangan suami istri membagi tanggung jawab setelah memiliki anak harus dibicarakan dengan baik. Jangan sampai timpang. Ketika terjadi sebuah kesalahan harus dihdapai bersama dan bukan menyalahkan satu orang saja.
Gaya mengasuh yang berbeda
Tiap orang pasti memiliki gaya pengasuhan yang berbeda. Gaya mengasuh orangtua saat kecil, lingkungan keluarga serta kebiasaan akan sangat mempengaruhi. Kadang suami dan istri memiliki prinsip yang berbeda dalam mengasuh anak. Sebagai solusi, sebaiknya cobalah lebih terbuka dan memodifikasi gaya pengasuhan untuk mendapatkan yang paling pas.
Sumber: Huffingtonpost
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?