Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menparekrat Sandiaga Salahuddin Uno
Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, cukup jengkel dengan perilaku sebagian WNI yang bepergian ke luar negeri di tengah pandemi. Ada yang pergi untuk belanja tapi pulangnya minta dikarantina di fasilitas dibiayai Pemerintah.
" Belanja di luar negeri terus pulangnya menjalani karantina di fasilitas yang dibiayai Pemerintah," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing.
Sandiaga menegaskan fasilitas karantina yang dibiayai Pemerintah hanya diperuntukkan bagi pekerja migran. Juga bagi pelajar dan mahasiswa yang pulang dari studi di luar negeri.
" Harusnya fasilitas dari Pemerintah ini buat pekerja migran," kata dia.
Dia menegaskan sudah banyak hotel yang difungsikan sebagai lokasi karantina untuk kedatangan luar negeri. Tarifnya sekitar Rp6-7 juta untuk 10 hari masa karantina.
" Opsinya sudah banyak dari hotel dan harganya rata-rata 10 hari Rp6-7 juta," kata Sandiaga.
© Dream
Selanjutnya, Sandiaga mengungkapkan rencana Pemerintah memperpanjang masa karantina menjadi 14 hari mengingat dunia dalam kondisi parah akibat varian Omicron. Hingga saat ini, kata dia, tercatat 4.o00 pelaku perjalanan keluar masuk Indonesia.
" Jika tidak ada keperluan mendesak dan super penting, maka rekomendasinya tidak melakukan perjalanan keluar negeri," kata Sandiaga.
Lebih lanjut, dia merekomendasikan kegiatan wisata maupun ekonomi kreatif tidak perlu dilakukan di luar negeri. " Tentunya disarankan di Indonesia saja," ucap Sandiaga.
Laporan: Anzila Riskia Putri
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya