Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(shutterstock.com)
Dream - Masalah kesehatan mulut wajib jadi perhatian dan tak boleh disepelekan. Saat kesehatan mulut bermasalah, akan merusak nafsu makan dan bisa memicu masalah pencernaan. Tubuh pun jadi sangat lemas.
Salah satu penyakit mulut yang kerap terjadi adalah radang di sudut mulut atau dalam istilah medisnya, cheilitis angular. Peradangan ini membuat sudut mulut menjadi pecah-pecah, merah, perih saat mulut terbuka dan pembengkakan.
Banyak yang mengira kondisi peradangan tersebut karena bibir kering dan kurang cairan, padahal tak demikian. Pemicu utamanya adalah infeksi jamur. Paparan jamur bisa dari mana saja, tangan yang kotor, tertular dari orang lain melalui gelas dan masih banyak lagi.
" Penyebab lainnya adalah kekurangan nutrisi terutama zat besi dan vitamin B. Kedua zat tersebut sangat dibutuhkan dalam menjaga sistem imunitas tubuh. Ketika levelnya sangat sedikit, maka tubuh dengan mudah terkena infeksi, termasuk infeksi jamur di mulut," ujar dr. Zeichner, seorang spesialis kulit, seperti dikutip dari Self.com.
Kurangnya asupan beberapa vitamin B dan seng juga telah dikaitkan dengan cheilitis sudut, berpotensi karena peran mereka dalam menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat.

Untuk mempercepat penyembuhan cheilitis angular, dr. Zeichner menyarankan untuk memperbanyak minum dan mengonsumsi buah. Pastikan juga menjaga kesehatan mulut dengan berkumur dan menyikat gigi.
" Apabila tak kunjung sembuh, segera konsultasi dengan dokter, apalagi jika dibarengan suhu badan yang meningkat. Hal tersebut bisa jadi pertanda sisitem kekebalan tubuh tak berjalan semestinya.
(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya