Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
1st AYOM Birthday/Foto: Dream.co.id-Diska Aruminaya Rizky
Dream - Polusi udara Jakarta akhir-akhir ini jadi momok menyeramkan buat seluruh masyarakat yang beraktivitas penuh di kawasan Ibu Kota.
Selain membahayakan untuk kesehatan terutama saluran pernapasan, polusi juga dapat memberi dampak buruk pada kondisi kulit tubuh.
Buat kamu yang punya kegiatan berjibun di luar ruangan, pastikan jangan malas untuk merawat kulit secara ekstra agar kulit tetap sehat. Sebab, makin tinggi polusi udara, semakin tinggi juga gangguan kesehatan kulit yang bakal menghampiri.
" Kalau sudah begini (polusi) tentu membuat peradangan di kulit meningkat," ujar dr. Olivia Ong, dokter Aesthetic dan Antiaging, sekaligus founder Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) dan AYOM Skincare di 1st Anniversay AYOM, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Agustus 2023.
Dalam kesempatannya itu, Olivia menjelaskan bahwa polusi yang tengah kita rasakan ini membuat kondisi tidak ideal bagi ekosistem yang hidup di mana bakteri penyebab jerawat yang sejatinya bagian dari skin microbiome natural manusia berubah menjadi ganas, sehingga menyebabkan kulit seseorang mudah berkomedo dan berjerawat.
Tak sampai di situ saja, polusi juga dapat melemahkan skin barrier yang dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif.

" Untuk mengatasi kulit yang terkontaminasi pada polusi, kita harus merawatnya. Jika kita tidak merawat dengan benar, maka akan membuat peradangan pada kulit," katanya.
Olivia menegaskan pentingnya skincare yang tepat untuk mengatasi kulit terkontaminasi polusi. Salah satunya penggunaan sunscreen secara rutin untuk memproteksi kulit dari matahari dan polusi.
Hal senada juga diungkapkan penyanyi Yuni Shara yang hadir dalam acara tersebut. Ibu dua anak ini mengatakan sangat aktif berolahraga di luar ruangan, sehingga penggunaan sunscreen jadi concern utamanya dalam melindungi kulit dari jahatnya polusi udara.
" Kebetulan saya olahraga outdoor terus, kalau pakai sunscreen dari AYOM itu nggak lengket sama sekali, krimnya semuanya juga smooth, adem, dan pastinya cocok dipakai dalam beraktivitas di luar dengan kondisi polusi tinggi," ujar kakak dari penyanyi Krisdayanti.

Wanita kelahiran 1972 ini mengaku produk AYOM sudah bagian dari kesehariannya. Mulai bangun tidur, aktivitas seharian sampai kembali istirahat.
" AYOM itu terbuat dari probiotik yang difermentasi dan tumbuh-tumbuhan, jadi apapun yang terbuat dari alam itu akan menyehatkan kulit kita dan aman," imbuh wanita 51 tahun itu.
Astrid Satwika sebagai beauty influencer juga selalu mengandalkan produk AYOM selama 1,5 tahun terakhir. Ia merasa cocok dengan produk AYOM yang aman untuk kulit sensitif, terutama untuk buah hatinya.

" Anak perempuan saya kulitnya sensitif, mudah iritasi. Salah sedikit langsung beruntusan, merah, gara-gara salah pakai skincare sebelumya, Sudah coba diobati, berbulan-bulan kambuh terus, sampai akhirnya coba pakai AYOM, dan sembuh tidak kambuh lagi," ungkap Astrid.
Laporan: Diska Aruminaya Rizky
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya