Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
John McAfee (Shutterstock.com)
Dream - Pendiri perusahaan antivirus komputer McAfee, John McAfee ditemukan tewas di dalam penjara di Barcelona, Spanyol. Departemen Keadilan Catalunya menyatakan kematian McAfee mengarah pada tindakan bunuh diri.
Semua indikasi mengarah pada dugaan McAfee mengakhiri sendiri hidupnya. Tim medis juga sempat melakukan tindakan resusitusi (bantuan napas buatan) namun tidak berhasil.
McAfee ditahan di penjara, menunggu ekstradisi ke AS, sejak penangkapannya pada Oktober 2020. Dia menghadapi tuduhan penggelapan pajak dan juga didakwa dengan penipuan sekuritas terkait dengan dugaan skema ponzi dan anjloknya cryptocurrency.
Pengadilan Spanyol telah menyetujui ekstradisi McAfee. Tetapi, McAfee masih punya kesempatan untuk naik banding.
Kisah McAfee selama dekade terakhir telah menjadi berita utama. McAfee sempat membuat startup digital berkaitan medis yang diduga untuk menutupi bisnis narkobanya.
Dia pernah mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat dua kali, pada tahun 2016 dan 2020. Dia juga seorang promotor cryptocurrency terkenal, yang pernah mengklaim untuk membebankan US$105 ribu, setara Rp1,5 miliar, untuk setiap tweet promosi jika ingin McAfee meningkatkan cryptocurrency atau penawaran koin di platform Twitter.
Pada tahun 2014, Intel mengganti nama perangkat lunak antivirus yang menyandang nama McAfee menjadi " Intel Security." Sebagai tanggapan, McAfee mengatakan kepada BBC dia bersyukur " perangkat lunak terburuk di planet ini" tidak lagi dikaitkan dengan namanya.
McAfee kemudian digugat Intel lantaran mendirikan perusahaan keamanan siber baru menggunakan namanya. Intel menuding McAfee dengan pelanggaran merek dagang.
McAfee kemudian membuat kesepakatan dengan Intel dan menyatakan tidak akan menggunakan namanya untuk produk atau layanan keamanan siber apa pun yang dia kerjakan.
McAfee memiliki sejarah pertikaian dengan penegak hukum. Dia, keluarganya, dan body guardnya ditangkap oleh polisi Belize pada 2012 setelah tuduhan narkoba dan senjata api. Dia melarikan diri akhir tahun itu, setelah polisi Belize menyatakan dia sebagai tersangka pembunuhan tetangganya.
Cerita tersebut menjadi salah satu fokus dari film dokumenter Showtime 2016. Film itu berusaha membuktikan McAfee terlibat tidak hanya dalam pembunuhan itu, tetapi juga kejahatan lainnya.
Baru-baru ini pada 2019, McAfee menyebut kasus terhadapnya " sembrono" dan menolak untuk membayar denda US$25 juta, setara Rp361 miliar, akibat gugatan kematian yang salah. Dia juga mengklaim terkena denda US$200 juta, setara Rp2,8 triliun dalam kasus hukum lainnya, tetapi dia tidak dapat membayar salah satu dari mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, McAfee mengaku dalam pelarian dari CIA, men-tweet foto dirinya di atas kapal memegang pistol. McAfee juga telah men-tweet beberapa kali, sekali setelah penangkapannya di bulan Oktober, bahwa dia tidak akan bunuh diri, dan tweet-tweet itu sudah mengarah pada teori konspirasi tentang kematiannya, dikutip dari The Verge.
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya