Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Tak Ada Anak yang Terlalu 'Lengket' dengan Orangtua

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 19 Agustus 2017 08:21
Tak Ada Anak yang Terlalu 'Lengket' dengan Orangtua
Banyak orangtua yang menanyakan kenapa si kecil sangat sulit 'dipegang' orang lain dan tak mau pisah dengan ibu atau ayahnya.

Dream - Anak-anak terutama usia balita akan sangat panik jika tak melihat orangtuanya dalam jangkauan matanya. Pernah punya pengalaman ke kamar mandi pun si kecil ikut atau ia menunggu di depan pintu?

Saat harus dititipkan dengan kakek, nenek atau tante dan om-nya anak-anak juga bisa jadi sangat gusar. Menangis bahkan berdiam diri dan terlihat tidak tenang. Banyak yang menganggap kalau kondisi ini karena anak terlalu lengket dengan orangtua, tak diajarkan mandiri atau alasan lainnya. Tapi sebenarnya hal itu merupakan kewajaran.

" Anak usia 3 tahun ke bawah memang secara psikologis memiliki ketergantungan eosi dengan orangtua dan orang yang mengasuhnya sehari-hari. Ketika anak dihadapkan dengan situasi harus berpisah dengan orangtua atau pengasuhnya maka mereka akan panik karena bingung akan mendapat perhatian dari mana," ujar Dr. Deborah MacNamara, seorang psikolog anak.

Anak-anak balita sangat haus akan kedekatan dan perhatian. Mereka sangat ketergantungan karena belum bisa mencari kenyamanan dan keamanan untuk dirinya sendiri. Hal ini sangat normal.

" Tidak ada hubungan orangtua dan anak yang terlalu dekat, karena memang harusnya demikian. Terutama anak balita. Banyak orangtua yang menanyakan kenapa si kecil sangat sulit 'dipegang' orang lain dan tak mau pisah dengan ibu atau ayahnya, jawabannya ya memang anak diciptakan demikian. Baru ketika usia 5 tahun anak akan belajar berani 'lepas' dari orangtuanya," kata Debora.

Sekolah menurut Debora, cukup membantu. Anak-anak belajar berada di kelas bersama guru dan teman-temannya sementara orangtua berada di luar. Tapi hal ini tak perlu dipaksakan. Jika anak Anda masih dibawah usia 5 tahun, tak ada kata terlalu 'lengket' karena masih terus menerus mencari ibu atau ayahnya.

 

Sumber: Motherly

 

Beri Komentar