Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tubuh seorang anak yang lebih besar dari anak seusianya seringkali dibilang gendut, bongsor, atau bahkan langsung 'divonis' obesitas. Hal ini mungkin Anda sering dengar. Sebaiknya kata-kata tersebut jangan pernah keluar dari mulut.
Pasalnya, bahkan dokter sekalipun tak bisa dengan mudah mengeluarkan pernyataan seorang anak mengalami obesitas tanpa pemeriksaan khusus dan menyeluruh. Label obesitas atau kegemukan ini seringkali membuat orangtua berinisiatif mengurangi porsi makan anak. Padahal, anak sangat butuh nutrisi untuk pertumbuhan yang optimal dan hal itu didapatkan dari makanan.
" Dengan melihat bobot tubuh anak atau anak lebih besar dari temannya bukan penilaian yang tepat terkait analisis obesitas. Kami para dokter anak menggunakan metode perhitungan ideks masa tubuh dan grafik persentil bayi untuk melakukan perhitunga berat badan sebelum menyatakan seorang anak kegemukan atau obesitas," ujar Dr. Stephen Daniels, seorang dokter anak yang juga kepala penelitian The Role of the Pediatrician in Primary Prevention of Obesity di RS Chicago, AS.
Menurutnya para dokter akan sangat berhati-hati dalam menganalisis persentase bobot tubuh, tinggi serta usia anak. Jika memang dibutuhkan diet makan menu makanan juga harus seimbang dan sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.
" Tak boleh sembarang mengurangi asupan tertentu karena anak masih dalam masa pertumbuhan, nutrisi yang dibutuhkannya sangat penting. Dengan hanya kasat mata orang awam, tak bisa menilai secara tepat obesitas atau tidak. Berkonsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik," ungkap dr. Daniels.
Sumber: Fatherly
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari