Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
ASI Perah (Foto: Shuterstock)
Dream - Menyajikan air susu ibu (ASI) yang sudah diperah untuk bayi sebaiknya dalam kondisi suhu kamar. Tidak terlalu dingin maupun terlalu panas. Untuk itu biasanya, ASI perah (ASIP) yang disimpan dalam kulkas atau pun freezer dihangatkan terlebih dulu sebelum diberikan pada bayi.
Cara yang direkomendasikan untuk menghangat ASI adalah dengan merendamnya dalam air hangat atau panas. Namun bukan air mendidih di atas kompor. Hal ini untuk menurunkan suhunya secara perlahan agar zat gizi di dalamya tdak hilang.
Banyak yang buru-buru ingin menyajikan ASIP untuk bayi. Untuk mempercepat, ASIP pun dihangatkan di microwave. Menurut dr. Frieda Handayani hal itu tak boleh dilakukan.
" Hindari memanaskan kembali ASI perah dengan menggunakan microwave. (ASI perah yang disimpan di lemari es). Penelitian telah menunjukkan bahwa gelombang mikro (microwave) memanaskan ASI dan makanan bayi tidak secara merata, sehingga akan menghasilkan 'titik panas' yang bisa membakar mulut dan tenggorokan bayi," ungkap dr. Frieda di akun Instagramnya.
Ia pun menjelaskan memanaskan ASI dengan menggunakan microwave juga bisa menghilangkan banyak zat yang berguna untuk kekebalan tubuh. Termasuk zat yang berguna untuk melindungi dari serangan infeksi.
View this post on Instagram
" Untuk memanaskan ASI perah, siapkan semangkuk air hangat dan rendam ASI di dalam mangkuk, ini merupakan cara yang alami, sehingga ASI perah mendapatkan panas perlahan-lahan dan tidak merusak kandungan sistem imun dan perlindungan terhadap bakteri yang ada pada ASI perah," pesan dr. Frieda.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan