7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Perombakan Kursi Pesawat Menanggapi Covid-19 (Foto: Aviointeriors/CNN)
Dream – Pandemi Covid-19 membuat munculnya berbagai macam konsep baru untuk tempat duduk maskapai penerbangan.
Covid-19 berimbas pada upaya perombakan kursi pesawat. Pembatas kaca plexiglass antar penumpang dipasang, tata letak baris dirombak, tempat duduk diatur secara zig-zag dilakukan sebagai respon terhadap Covid-19.
Selain itu, masker, hand sanitizer dan tisu disinfektan menjadi peralatan wajib yang dimiliki maskapai penerbangan. Pemahaman ilmiah dan medis tentang bagaimana virus corona ini bisa ditularkan melalui droplet, maka diperlukan sebuah penghalang untuk mencegah percikan droplet tersebut.
Meskipun berada di dalam kabin pesawat, namun tingkat risiko penularan yang jauh lebih rendah daripada di dalam ruangan biasa.
“ Alasan rendahnya tingkat transmisi dalam pesawat masih belum diketahui. Mungkin dari sedikitnya kontak tatap muka, dan penghalang fisik yang disediakan oleh sandaran kursi, serta karakteristik aliran udara di kabin pesawat,” ucap Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) seperti dikutip CNN.
© Ilustrasi perombakan kursi pesawat menanggapi Covid-19 (Foto: Aviointeriors/CNN)
Berbagai inovasi pengaturan tempat duduk pesawat banyak diusulkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu juga untuk meyakinkan penumpang bahwa maskapai penerbangan yang dipakai aman.
Semestinya harus ada penghalang transparan di antara sandaran kursi. Perusahaan pemasok interior kabin di seluruh dunia bergegas menyiapkan kebutuhan maskapai dalam melakukan perombakan tempat duduk pesawat.
Ada perusahaan yang mengusulkan cara baru mengatur kursi kabin menggunakan kursi Janus dari Aviointeriors, di mana penumpang menghadap dengan arah yang saling berkebalikan. Kemudian penghalang yang diusulkan dipasang dalam berbagai cara di kursi penumpang. Penghalang tersebut akan melindungi penumpang saat bersin.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan interior kabin pesawat untuk menanggapi pandemi Covid-19.
“ Sertifikasi menjadi tantangan terbesar. Saat kita menambahkan setiap fitur interior pesawat, maka seluruh jok (tempat duduk) harus disertifikasi ulang. Ini bukan proses yang mudah, tetapi fokus kami adalah menciptakan solusi yang tahan lama,” kata Mark Hiller, CEO Racaro Aircraft Seating.
Ia mengusulkan sejumlah penambahan gaya penghalang, serta tekonologi antimikroba untuk disematkan pada bahan jok selama proses pembuatan. Tentu saja prosesnya lebih rumit daripada hanya sekedar menempatkan kaca plexiglass di supermarket antara kasir dan pembeli.
© Ilustrasi kursi pesawat (Foto: pixabay.com)
Selain kerumitan dalam proses pembuatan jok pesawat, kendala utama lainnya adalah menyangkut biaya dan waktu.
Maskapai juga harus mempertimbangkan perombakan kabin pesawat ini bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak. Selam bertahun-tahun kabin pesawat telah dirancang an disempurnakan agar sangat kokoh. Hal ini harus lewat pembuktian yang memerlukan waktu lama.
Setiap tambahan baik sementara maupun permanen perlu dibersihkan dan diservis secara teratur. Waktu pembersihan maskapai juga akan menciptakan kerumitan dan biaya yang banyak. Maskapai penerbangan juga perlu menyimpan stok suku cadangan di seluruh operasi mereka.
Biaya untuk perombakan dan perawatan secara keseluruhan tentu menjadi faktor utama, karena maskapai penerbangan di seluruh dunia sedang dilanda krisis ekonomi.
“ Kami menyadari fakta bahwa maskapai penerbangan sedang krisis, jadi kami harus membuktikan bahwa solusi ini benar-benar akan memberikan ketenangan pikiran bagi penumpang yang mana bisa menghasilkan keuntungan,” kata Mark Hiller dari Recaro.
Sejauh ini Recaro belum menerima usulan untuk modifikasi kursi pesawat era Covid-19. Pengaturan waktu merupakan hal yang bertentangan dengan penerapan banyak tindakan ini, baik perkiraan waktu ketersediaan vaksin yang tersebar luas hingga pertengahan tahun 2021, dan waktu untuk merancang, mensertifikasi hasil rancangan, memproduksi, hingga memasang kursi baru atau penambahan penghalang.
Intinya hanya ada sedikit manfaat dalam menyelesaikan program yang memerlukan biaya mahal ini hanya beberapa bulan sebelum vaksinasi. (Beq)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?