Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Perubahan tubuh sangat drastis. Berat badan meningkat, hidung dan kaki membengkak, mual, jari-jari kaku dan sederet perbedaan lainnya yang baru dirasakan saat hamil. Hal tersebut memang terjadi bukan tanpa alasan.
Melalui sederet perubahan dan keluhan selama kehamilan, ibu dan ayah sebenarnya sedang 'digembleng' untuk menjadi orangtua. Persiapan praktis memang dilakukan jelang persalinan.
Tapi sebenarnya jauh sebelum ini semasa kehamilan orangtua belajar banyak hal. Ingin tahu penjelasannya?
Selalu memikirkan 'orang lain'
Bahkan sebelum bayi lahir, Anda dan pasangan selalu mengambil keputusan yang terkait dengan kehadiran bayi. Baik itu kebiasaan sehari-hari, seperti memutuskan menu makanan,
rencana akhir pekan atau daftar belanja hingga rencana masa depan. Orangtua 'dibentuk' untuk melibatkan si bayi dalam mengambil tiap keputusan dan ini tentunya akan mempengaruhi
komunikasi pasangan dan lebih berkompromi. Benar begitu, bukan?
Hadapi kelelahan
Khususnya untuk para ibu, fisik 'dilatih' selama kehamilan. Membawa beban cukup besar karena kenaikan berat badan secara signifikan. Belum lagi disertai mual, muntah, nyeri punggung,
kaki bengkak dan sederat keluhan fisik lainnya. Hal ini sebenarnya mempersiapkan fisik ibu untuk mengurus bayi.
Sering bangun tengah malam, belum lagi ketika anak rewel dan harus menyiapkan makanan. Setelah begadang keesokannya harus bekerja dan mengantar anak lain sekolah. Perlu fisik yang tangguh. Jadi, jangan anggap keluhan semasa hamil tak ada gunanya.
Menargetkan milestones
Tiap bulan atau pekan, Anda dan pasangan memeriksakan kehamilan untuk mengetahui perkembangan janin. Berusaha menjaga kondisi tubuh agar janin dan ibu sehat persalinan berjalan lancar.
Kebiasaan ini akan berlanjut setelah si bayi lahir. Tiap pencapaian kemampuan bayi akan dinantikan. Mulai dari tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berjalan dan seterusnya. Jika
ada yang telat atau si kecil belum bisa sesuatu Anda juga akan lebih sensitif da menyadari ada yang tidak beres. Sensitivitas orangtua sudah terbentuk sejak kehamilan.
Sumber: Parent.co
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari