7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Pramugari Thai Airways (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 yang belum juga reda memaksa Thailand menerapkan aturan baru. Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 dalam perjalanan, Thailand melarang aktivitas makan minum di dalam pesawat.
Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) mengumumkan aturan baru tersebut pada 31 Desember 2020 dan mulai berlaku terhitung 1 Januari 2021. Larangan ini dikenakan untuk seluruh rute penerbangan domestik Thailand.
Tak hanya untuk penumpang, larangan makan minum di dalam pesawat juga berlaku untuk awak kabin. Aktivitas ini hanya boleh dilakukan jika dalam keadaan darurat medis.
Jika penumpang ingin minum air, diharuskan untuk diarahkan ke bagian pesawat yang sepi dari penumpang lain. Setelah itu, penumpang boleh melepas masker dan minum air.

" Mengonsumsi makanan dan minuman dalam penerbangan akan ditangguhkan dalam semua penerbangan domestik," demikian pengumuman tersebut yang ditandatangani Wakil Direktur Jenderal CAAT, Sarun Benjanirat, dikutip dari Fox News.
Sebelumnya, larangan ini pernah diberlakukan Thailand di masa-masa awal pandemi namun dilonggarkan pada September. Selain makan minum, penyebaran surat kabar, majalah, maupun pamflet kepada penumpang dalam pesawat juga dilarang kecuali jika terkait keselamatan.
Larangan ini diberlakukan dengan tujuan untuk mengurangi sentuhan langsung yang berpotensi menjadi sarana penyebaran virus corona. Dengan begitu, diharapkan penularan Covid-19 di Thailand bisa ditekan.
Dalam beberapa hari terakhir, Thailand mengalami lonjakan kasus Covid-19. Pada rentang waktu 19-29 Desember 2020, terjadi lonjakan kasus baru sebanyak 1.783 pasien dengan kenaikan tertinggi terjadi pada 21 Desember 2020 sebanyak 809 pasien.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?