Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menu Makanan Bayi, Juk, Di Korea Selatan/ Foto: Shutterstock
Dream - Makanan dengan tekstur halus kaya nutrisi pastinya jadi menu andalan para ibu untuk bayi kesayangan. Di Indonesia, menu yang biasanya diberikan berupa bubur dengan berbagai protein dan sayuran.
Bisa berupa bubur dengan wortel, jagung, ikan, ayam, daging atau telur. Bisa juga diberikan biskuit yang disiram dengan susu dan dihaluskan. Bagaimana dengan menu makanan bayi di negara lain?
Dokter Citra Amelinda, spesialis anak, lewat akun Instagramnya @citra_amelinda, membagikan menu makanan pendamping ASI (MPASI) di berbagai negara.
Jepang

Berupa bubur nasi dengan campuran ikan kering yang telah dihaluskan, sayuran dan puree labu. Nasi yang diolah menjadi menjadi bubur lalu dicampur dengan sup miso juga kerap jadi menu untuk bayi.

French society pediatrics (Komunitas Dokter Anak Prancis) sangat merekomendasikan sayur untuk menu bayi. Menu bayi haru diperbanyak sayur, makan 4 kali dalam sehari(3 kali makan besar dan 1 kali snack) agar anak kenal lapar. Anak juga sebaiknya makan seperti makanan yang disantap orang dewasa, dan kenalkan dengan berbagai tekstur makanan sebelum usia anak 2 tahun.

Menu makanan bayi asal Korea Selatan juga tak kalah nikmat. Disebut juk atau bubur nasi dengan campuran sayur dan daging. Kimchi atau sayuran fermentasi versi lembut juga diberikan sejak awal MPASI.

Untuk di Amerika Serikat, menu makanan bayi biasanya dibedakan dengan makanan. Hal ini untuk menghindari kandungan garam dan pengawet yang berlebihan. Makanan pertama yang dianjurkan adalah baby cereal dan tidak terlalu menganjurkan masak sendiri di rumah terutama sayur karena takur terlalu banyak nitrat.

Negara Timur Tengah, biasanya diberikan bubur hummus, merupakan campuran kacang polong dengan tahini, perasa lemon, dan bawang putih. Ada juga baba ganoush, yaitu terong yang dimasak hingga halus, dicampur bawang, tomat, dan minyak zaitun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya