Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Terobsesi Jadi Ibu Sempurna? Waspada 'Wonder Woman Complex'

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 29 Januari 2018 14:04
Terobsesi Jadi Ibu Sempurna? Waspada 'Wonder Woman Complex'
Kecenderungan di mana seorang ibu ingin menjadi sosok yang sangat sempurna dan kuat dalam mengasuk anak-anaknya.

Dream - Menjadi ibu memang bisa mengubah seorang perempuan dalam banyak hal. Kondisi, fisik, mental, sudut pandang, hingga hal-hal terkecil dalam hidupnya. Tak heran ada ungkapan 'ketika seorang perempuan melahirkan, maka ia lahir kembali'.

Hal tersebut karena insting keibuan, yang membuat seorang perempuan selalu dilingkupi hasrat untuk melindungi, menjaga dan membuat anak-anaknya dalam kondisi yang baik. Termasuk
memberikan segalanya dan yang paling baik di antara yang baik.

Kondisi ini ternyata bisa membuat seorang ibu baru, terutama saat baru pertama kali memiliki anak, mengalami Wonder Woman Complex. Kondisi ini merupakan kecenderungan di mana
seorang ibu ingin menjadi sosok yang sangat sempurna dan kuat dalam mengasuh anak-anaknya seperti Wonder Woman dan levelnya sangat obsesif.

Dokter Dyah Mustikaning Pitha Prawesti, spesialis obstetri dan ginekologi, menjelaskan kalau perubahan fisiologi dan hormonal serta persalinan menyebabkan seorang perempuan rentan
mengalami gangguan kesehatan jiwa. Termasuk mengalami Wonder Woman Complex.

" Perinatal mental health menjadi topik penting akhir-akhir ini karena banyak penelitian yang menunjukkan efek negatif gangguan kesehatan jiwa ibu selama kehamilan dan/atau setelah
persalinan baik untuk ibu maupun janin, bahkan bisa menyebabkan kematian ibu dan/atau janin," ungkap dr. Pitha.

1 dari 1 halaman

Ciri-ciri Wonder Woman Complex

Ciri-ciri Wonder Woman Complex © Dream

Dokter Pitha pun menyebutkan ciri-ciri ibu yang mengalami Wonder Woman Complex. Salah satunya adalah tak mau sama sekali mengonsumsi obat apapun karena ketakutan bayinya mengalami
masalah. Meski pemberian obat tersebut sudah dikonsultasikan dengan dokter.

" Fase kehamilan, persalinan, dan menyusui adalah (dianggap) periode detoksifikasi, ibu tak boleh mengkonsumsi obat apa pun karena akan menyebabkan kecacatan pada janin.Bukan hanya
kalangan awam, tak jarang tenaga medis pun memiliki pendapat yang sama. Padahal pernyataan ini tak sepenuhnya benar," kata dr. Pitha.

Ibu juga menganggap hal-hal yang natural selalu lebih baik. Sangat menolak campur tangan medis jika terdapat masalah pada kondisi kesehatan tubuh dan janinnya serta memilih cara
alternatif.

" Sebagian ibu menolak 'campur tangan' tenaga medis bahkan saat genting sekalipun, sebagian yang lain memilih sekelompok orang yang mengaku-aku " naturalis," ungkap dr Pitha.

Ada juga kecenderungan menganggap persalinan normal adalah yang terbaik dan menganggap persalinan caesar sebuah 'kegagalan besar' sebagai ibu. Begitu juga dalam hal 'keistimewaan'
pemberian ASI eksklusif.

" Ibu-ibu, there is a reason kenapa si Wonder Woman tak pernah diceritakan hamil dan melahirkan, karena untuk menjadi seorang ibu, bukan wonder woman kriterianya, tapi sehat dan bahagia.... :)," tulisnya.

Selengkapnya lihat di bawah ini.

 

Beri Komentar