Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Neon / Courtesy Everett Collection
Dream - Film Parasite jadi perhatian dunia setelah memenangkan piala Oscar dalam Academy Awards 2020. Mulai dari Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Film Internasional Terbaik, dan Skenario Asli Terbaik.
Sayangnya, film ini tidak memenangkan Desain Produksi Terbaik. Padahal set film ini begitu rumit dan mengagumkan. Memang, hanya sebuah rumah tapi di dalamnya begitu banyak rahasia yang membuat penonton terbawa.
Film karya sutradara Bong Joon-Ho ini berkisah tentang sebuah keluarga miskin yang bekerja di keluarga kaya. Setting film merupakan rumah mewah berdesain modern tapi masih memiliki sentuhan budaya Korea.
Rumah ini memiliki ruang bawah tanah yang malah tak diketahui penghuninya. Konflik kemudian muncul dan berakhir memilukan.
© Courtesy Neon
Dalam film rumah tersebut tampak merupakan satu bagian. Faktanya tak demikian. Bong mengungkap kalau sebenarnya dibutuhkan empat set yang berbeda. Dengan kamera berteknologi tinggi dan green screen, semuanya jadi tampak menyatu.
Menurut Bong, ia membayangkan tata ruang rumah sederhana. Ruang tamu, taman, dapur, dan tangga yang mengarah ke kamar tidur. Ia menginginkan simbul garis visual yan tegas untuk menampilkan karakter film.
“ Saya harus benar-benar merancang rumah itu dengan cermat. Setiap karakter dan setiap tim memiliki ruang yang mereka ambil untuk disusupi, dan juga ruang rahasia yang tidak mereka ketahui," ungkapnya seperti dikutip dari Indiewire.
© Courtesy Neon
Ruang bawah tanah juga merupakan bangunan yang terpisah dari rumah utama. Bong mencari rumah yang memiliki bunker bawah tanah untuk dijadikan set. Karena bercerita tentang pembagian kelas, para kru memberikan penekanan besar pada menciptakan kontras antara rumah keluarga kaya dan apartemen bawah tanah keluarga miskin.
" Semakin miskin, semakin sedikit sinar matahari yang bisa diakses, dan begitulah kehidupan sebenarnya," kata Bong.
Adapun perlengkapan rumah super mahal ditaruh untuk menampilkan rumah keluarga kaya secara optimal. Seperti meja yang terbuat dari kayu ceri seharga US $19.800 atau Rp285 miliar, lampu kuningan US$14.000 atau Rp201 miliar hingga tempat sampah berteknologi tinggi yang bisa menyerap bau seharga US $2.300 atau Rp33 juta.
" Saya dan anggota kru saya sampai berpikir,‘orang bodoh macam apa yang akan membeli tempat sampah seperti ini?'," ungkap Bong.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya