Ngadem 30 Menit Sambil Nyalakan AC Mobil, Hati-hati Ajal Menjemput

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 28 November 2018 10:15
Ngadem 30 Menit Sambil Nyalakan AC Mobil, Hati-hati Ajal Menjemput
Tiduran di dalam mobil dengan menyalakan AC saat cuaca terik sekilas terdengar sebagai ide bagus. Kenyataannya, kamu berisiko kehilangan nyawa karena tindakan itu

Dream – Ketika cuaca sedang terik, ide tidur di dalam mobil sambil menyalakan AC terasa cukup masuk akal. Selain terlindung dari terik matahari, hembusan udara dingin dari mesin AC mobil seperti menyegarkan. 

Tapi tahukah kamu jika ide yang terlihat simple dan ringkas itu bisa mendekatkan kamu pada risiko kematian?

Dikutip dari Gulfnews, Rabu 28 November 2018, Kepolisian Dubai mengimbau masyarakat akan bahaya ini. Tidur di mobil sambil menyalakan AC selama 30 menit, apalagi kalau AC bocor, berisiko menyebabkan kematian. 

Babu Shershad dari First Medical Center di Dubai, kepada Gulf News, memberi tahu ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kematian dan kesehatan ketika sedang tidur di mobil.

Kalau fitur mekanis mobil tidak seimbang, kemungkinan kebocoran knalpot ke kabin mobil bisa terjadi. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko mati lemas karena kadar oksigen dalam mobil rendah.

“ Yang paling utama adalah mewaspadai akumulasi kadar karbon monoksida (CO) yang bocor dari knalpot,” kata Sherhard.

Dia mengatakan darah yang membawa kadar CO lebih banyak, bisa membuat penumpang syok, bahkan bisa meninggal.

Sherhard mengatakan penumpang yang tidur di mobil tidak akan menyadari mobil mulai pengap atau dia butuh udara segar. Dia juga menyarankan pengemudi dan penumpang untuk tidak tidur di mobil, kecuali itu keadaan darurat.

“ Saya merekomendasikan pengemudi untuk beristirahat sejenak keluar dari mobil ketika berkendara untuk jarak jauh,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Segera Ganti Rem Mobil Kalau Muncul 4 Tanda Ini

Dream – Rem merupakan salah satu bagian penting di kendaraan bermotor. Komponen ini sangat vital karena berkaitan erat dengan keselamatan ketika berkendara.

Dengan rem, kamu bisa mengatur kapan harus berhenti. Lengah sedetik saja menginjak rem, akibatnya bisa fatal.

Demi kenyamanan kamu berkendara, pastikan keadaan rem selalu dalam kondisi baik ya. Kalau muncul empat tanda ini, kamu harus bersiap untuk mengganti rem.

Dikutip dari Daihatsu, Rabu 21 November 2018, pertama, cakram rem menipis. Cakram atau rotor dan kaliper adalah komponen utama rem mobil. Kaliper bekerja dengan menjepit cakram, sehingga mobil akan berhenti secara sempurna.

Nah, mobil yang sudah lama dipakai tentunya tidak akan dapat berhenti secara sempurna lagi. Untuk itu, sangat penting untuk melakukan pengecekan pada kondisi cakram. Kalau sudah menipis, ini menandakan kamu harus mengganti cakram dengan yang baru.

2 dari 2 halaman

Terdengar Bunyi Aneh Hingga Mobil Berbelok Sendiri

Kedua, terdengar bunyi aneh ketika mengerem. Pernah kamu mendengar bunyi aneh dan kasar di kabin mobil ketika sedang mengerem? Kalau mendengar bunyi itu, bisa jadi kampas rem menipis. 

Tanda ketiga adalah mobil berbelok sendiri. Ketika berkendara, kamu pernah merasakan mobil berbelok sendiri. Hal ini menyebabkan kaliper yang stuck di salah satu ban. Otomatis, kondisi ini akan membuat mobil mengerem saat bergerak maju.

Untuk memastikannya, kamu segera membawa kendaraan kesayanganmu ke bengkel.

Terakhir tanda kamu harus segera mengganti rem adalah mobil terasa bergetar. Ini biasanya ada masalah pada bagian rem mobil, tepatnya pada bagain cakram mobil. Cakram mobil tidak dalam kondisi baik seperti bengkok atau bergelombang.  

Beri Komentar