Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kemenhub Sebut Tiket Pesawat Akan Turun Jelang Nataru Foto: Dok. Kemenhub
DREAM.CO.ID — Kabar baik bagi masyarakat yang berencana bepergian saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah memastikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi akan turun selama masa libur akhir tahun.
Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam pertemuan bersama pihak Garuda Indonesia di Tangerang pada Rabu lalu, 29 Oktober 2025.
Menhub Dudy menjelaskan, pemerintah mengambil langkah untuk menurunkan tarif penerbangan domestik kelas ekonomi demi menjaga keterjangkauan dan konektivitas antarwilayah menjelang musim liburan.
“ Untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati layanan transportasi udara, pemerintah menurunkan tarif tiket domestik kelas ekonomi pada periode penerbangan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan periode pembelian 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026,” kata Menhub Dudy.
Dengan kebijakan ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan udara dengan tarif yang lebih ramah di kantong, tanpa mengurangi standar keselamatan dan kenyamanan. Langkah tersebut juga diambil untuk menjaga stabilitas harga tiket yang kerap melonjak saat libur panjang akhir tahun.
Selain kebijakan tarif, Menhub Dudy juga menyoroti pentingnya kesiapan menyeluruh seluruh sektor transportasi udara. Ia menegaskan bahwa momentum Natal dan Tahun Baru selalu menjadi ujian bagi dunia penerbangan untuk membuktikan kesiapan operasionalnya.

“ Momentum Nataru selalu menjadi tantangan dan peluang untuk menunjukkan kesiapan angkutan udara. Maka dari itu, kami menyiapkan kebijakan dan strategi agar seluruh aspek dapat berjalan optimal dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Kebijakan yang dimaksud mencakup peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan, kesiapan sarana dan prasarana bandara, serta peningkatan pelayanan kepada penumpang. Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap kondisi cuaca ekstrem, memperkuat sumber daya manusia lintas lembaga, dan memastikan kinerja pengawasan di lapangan berjalan baik.
Selain itu, kapasitas angkutan udara juga akan ditambah melalui penambahan jadwal penerbangan (extra flight) dan penggantian pesawat dengan tipe yang lebih besar.
Kemenhub turut mendorong maskapai agar meningkatkan komunikasi kepada pengguna jasa, terutama terkait jadwal penerbangan dan informasi layanan. Menhub Dudy menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, maskapai, dan pengelola bandara agar kebijakan ini bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya