Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Syakirawisata.com)
Dream - Banyak calon jamaah umroh khususnya mereka yang baru pertama kali ke Tanah Suci membayangkan bahwa Kota Mekah dan Madinah merupakan hamparan padang pasir tandus yang panas. Anggapan itu tak dapat disalahkan, namun juga tidak sepenuhnya benar.
Soal musim, sebenarnya Arab Saudi juga memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Tidak berbeda jauh dengan Indonesia, saat musim panas yang biasanya dimulai bulan Maret hingga Agustus, matahari terasa sangat terik. Suhu udara bisa mencapai 50 derajat celcius pada siang hari dan akan terasa hangat di malam hari dengan suhu antara 30 sampai 40 derajat.
Sedangkan musim dingin biasanya terjadi mulai bulan September hingga Maret. Puncak musim dingin justru terjadi pada awal musim umroh, yakni sekitar bulan November hingga Februari. Saat itu selain masih dingin, kepadatan jamaah umroh juga belum mencapai puncaknya.
Bagi jamaah umroh yang berasal dari negara beriklim dingin, suhu di Tanah Suci pada bulan September hingga Maret nanti mungkin tidak akan menjadi persoalan serius. Namun bagi jamaah umroh dari Indonesia, suhu udara yang kadang dapat mencapai di bawah nol derajat celcius akan menjadi kendala yang sangat serius.
Serangan hawa dingin dan hembusan angin kencang akan dialami jamaah umroh semenjak menapakkan kaki baik di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, atau Bandara Madinah Almunawarah dan tentunya Mekah Almukaramah. Kondisi dingin akan memuncak menjelang pagi hari dan di malam hari.
Tak ayal gangguan kesehatan pun kerap menghampiri para jamaah apabila tidak diantisipasi dengan baik sebelumnya. Dan pada akhirnya berpotensi mengganggu kelancaran ibadah jamaah umroh.
Ulasan selengkapnya simak di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya