Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nicholas Saputra
Dream - Salah satu aktor Indonesia, Nicholas Saputra, punya kegemaran traveling. Pandemi Covid-19 tentu membuat hobi jalan-jalannya sedikit terganggu.
Tetapi, Nico ternyata punya beberapa tips traveling di tengah pandemi Covid-19. Sehingga dia tetap bisa jalan-jalan dan aman dari risiko tertular Covid-19.
Selain memprioritaskan protokol kesehatan, Nico juga menyarankan para traveler memilih destinasi wisata yang sepi. Saat seperti ini, kata Nico, merupakan momen yang sangat diidamkan buat traveling.
" Di saat seperti ini, refreshing memang diidam-idamkan. Biasanya, kalau kita wisata ke lokasi yang ada daya tarik orang-orang akan berkumpul, misalnya untuk menonton konser. Coba cari lokasi wisata yang di dalam kota saja atau luar kota yang nggak jauh dari kota tempat tinggal," ujar Nicholas dalam konferensi pers daring 'Inovasi Berbasis Terknologi dan Prediksi Tren Perjalanan Traveloka 2021' pada Selasa 26 Januari 2021.
Staycation Untuk Refreshing
Nico juga menyarankan traveler lebih baik refreshing dengan staycation. Cukup di dalam kota tanpa harus menempuh jarak jauh.
" Staycation dalam kota yang bisa memberikan kebutuhan misal kebutuhan keluarga, cari tempat yang bisa olahraga dan ada ruang bermain anak," kata dia.
" Riset untuk mengenali lokasi staycation juga diperlukan guna menghindari kerumunan," ucap Nico melanjutkan.
Batasi Interaksi Dengan Orang di Luar Keluarga
Saran lain dari Nico yaitu membatasi interaksi dengan orang di luar anggota keluarga. Misalnya dengan roadtrip menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa vila yang lebih menjamin privasi.
" Hal-hal itu bisa jadi pilihan, menurut saya prioritas sehat dulu, deh, baru traveli lagi. Kita semua kan ingin kurva pandemi landai," ucap Nico.
Ada Shifting Makna Liburan
Di masa pandemi saat ini, terjadi pergeseran makna liburan. Masyarakat tak lagi memandang liburan sebagai ajang sosialisasi, melain penyegaran dari rasa jenuh demi kesehatan mental.
" Ada shifting keinginan berlibur. Misal di tahun-tahun sebelumnya melihat pertujukan, aktivitas kumpul banyak orang itu mungkin daya tarik ketika liburan tapi sekarang orang liburan pengin refreshing, membiarkan diri bergerak, tentu banyak yang berubah," ujar pria 36 tahun itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya