10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Foto: Shutterstock
Dream - Banyak orang menganggap bahwa bulan puasa merupakan kesempatan untuk menurunkan berat badan. Memang, beberapa penelitian menyebut bahwa puasa menjadi salah satu cara jitu untuk memangkas bobot.
" Menurut penelitian di Iran, profil kolesterol darah bisa lebih baik. Puasa juga bikin lebih sehat. Tapi, tergantung apa yang dimakan. Enggak semua orang makannya benar dan malah bisa overeating," ujar Astri Kurniati, Head of Nutrifood Research Center di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 13 Mei 2019.
Sebenarnya, saat puasa kamu bisa mengonsumsi jumlah kalori yang sama dengan membagi porsinya ketika sahur dan berbuka. Namun ketika memilih jenis makanan yang salah, kamu bisa merasa sangat lapar, haus, sakit kepala, maupun konstipasi. Itulah yang menyebabkan overeating dan beribadah jadi kurang nyaman.
Maka dari itu, kamu perlu memilih dan menakar asupan yang tepat untuk menahan nafsu makan maupun memberikan energi selama beraktivitas seharian.
Idealnya, saat sahur konsumsilah karbohidrat kompleks yang memiliki banyak serat dan sulit dicerna, seperti nasi merah atau roti gandum.
Jenis makanan tersebut akan memperlambat proses pengolahan makanan jadi energi, sehingga kamu tetap kuat beraktivitas seharian.

Tambahkan dengan sumber protein seperti segelas susu, tahu, tempe atau telur. " Efeknya sama seperti sayur, membuat kita kenyang lebih lama," kata Astri.
Jangan lupa mengonsumsi sumber vitamin dan mineral, yaitu sayur serta buah untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Pertama-tama, penuhi dulu asupan cairan untuk mengatasi dehidrasi. Lalu, isi perut dengan semangkuk buah segar yang tinggi vitamin dan mineral.
Buah juga metupakan bentuk karbohidrat sederhana yang mampu mengembalikan energi. Kurangi gorengan dan santan yang mengandung lemak tinggi serta sulit dicerna lambung.
" Hindari penggunaan gula. Cukup banyak yang minum es teh manis. Padahal sebenarnya manis itu bikin tambah haus karena efek sensori rasa gula di mulut," ungkapnya.

Setelah salat Maghrib, kamu bisa mengonsumsi karbohidrat sederhana dan protein seperempat piring serta sayur setengah piring untuk memenuhi asupan nutrisi.
Agar tidak kelebihan gula, garam maupun lemak, kamu bisa menakar jumlahnya. " Batasan gula harian itu 50 gram atau 12 sendok teh. Garam maksimalnya 5 gram atau 1 sendok teh. Sedangkan lemak maksimal 67 gram atau 5 sendok makan."
Dengan menakar jumlah gula, garam dan lemak, kamu bisa menghindari risiko terkena diabetes, hipertensi serta obesitas. Kamu pun bisa lebih lega dan nyaman saat berpuasa.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli