Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Thailand (Shutterstock.com)
Dream - Thailand sudah jauh-jauh hari mengumumkan untuk membuka sektor pariwisatanya mulai Juli 2021. Buat traveler yang sudah divaksin penuh, kamu bisa jalan-jalan ke Phuket dulu sebelum melanjutkan traveling ke kota lain di Thailand.
Tetapi buat traveler yang menggunakan pesawat terbang, Thailand ternyata punya kebijakan lain. Kamu diharuskan membayar sendiri biaya karantina begitu menginjakkan kaki di Negeri Gajah Putih tersebut.
Dikutip dari Bangkok Post, Otoritas Kesehatan Thailand akan menutup fasilitas karantina bagi pendatang melalui jalur udara akhir bulan ini. Pada 1 Juli, semua pelancong wajib membayar sendiri biaya karantina mereka di fasilitas yang disediakan.
Pemerintah Thailand hanya akan menanggung biaya medis traveler. Meski demikian, hal ini masih memerlukan persetujuan akhir di internal Pemerintah.
Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional dan Kepala Operasi Pusat Administrasi Situasi Covid-19, Jenderal Nattapon Nakpanich, mengatakan perubahan itu dibuat lantaran ditemukan penyalahgunaan. Sejumlah orang diketahui memanfaatkan sistem karantina negara untuk kepentingan pribadi.
© Thailand (Shutterstock.com)
Mereka bepergian berulang kali masuk dan keluar dari Thailand. Bahkan ada sejumlah orang telah bepergian sebanyak 10 perjalanan sehingga menambah beban keuangan negara.
Nattapon mengatakan Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA) tengah mencari fasilitas karantina negara alternatif (ASQ) dengan harga yang wajar untuk melayani kebutuhan turis. CCSA berencana menerapkan langkah-langkah baru pada 1 Juli, tetapi masih membutuhkan persetujuan dari Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha.
Menurut Nattapon, penarikan fasilitas karantina negara hanya akan berlaku bagi mereka yang tiba melalui udara. Turis harus memilih fasilitas karantina mereka.
© Thailand (Shutterstock.com)
Untuk mengurangi beban turis yang datang lewat udara, Pemerintah akan membayar tagihan medis dan kesehatan mereka. Turis hanya akan membayar akomodasi dan makanan selama karantina.
Beberapa hotel telah berfungsi sebagai fasilitas ASQ selama pandemi Covid-19. Hotel-hotel tersebut juga telah menjadi pilihan utama bagi para pendatang.
Sementara bagi orang-orang yang perjalanannya diperlukan, institusi pemerintahan yang mengawasi akan membayar karantina mereka. Nattapon kembali menegaskas pendatang dari luar negeri masih harus dikarantina selama 14 hari.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya