Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram @riamiranda
Dream - Mukena merupakan perlengkapan yang wajib dimiliki oleh Muslimah. Sama seperti hijab, mukena juga mengalami perubahan tren dari waktu ke waktu.
Terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Masyarakat semakin banyak menghabiskan waktu di rumah masing-masing. Mukena pun menjadi fashion item yang banyak diburu.
" Mukena merupakan item yang banyak dicari saat ini karena kita banyak menghabiskan waktu di rumah. Kita pasti pakai mukena ketika sholat. Bahkan kadang mukena dipakai ketika kita melakukan video call," ujar desainer muslim Ria Miranda di konferensi pers virtual Raya Stream Fest, Rabu 20 Mei 2020.
Mukena yang banyak dicari saat ini juga sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya mukena berbahan tebal dengan aksen bordir banyak diburu, tren mukena kali ini cenderung lebih simpel.
" Lebih sederhana karena bahannya polos tapi tetap ada touch of lace dan prints. Jadi lebih sederhana dan nyaman dipakai," kata Ria.

Foto: Instagram @riamiranda
Bahan mukena yang paling cocok dikenakan untuk situasi seperti ini adalah pure cotton. Katun dapat menyerap keringat sehingga sangat nyaman dipakai sholat di rumah.
Sahabat Dream yang gemar membeli mukena travel size sebaiknya beralih ke mukena biasa.
" Tahun kemarin kan travel size sedang booming tapi itu bukan pilihan untuk saat ini. Bahan harus pure cotton dan dari segi size tidak terlalu kecil karena buat dipakai di rumah," imbuhnya.
Dream - Suasana menjelang puasa jadi berbeda akibat Covid-19 dan physical distancing. Tidak ada mudik dan buka puasa bersama seperti biasa.
Tapi, pandemi Covid-19 tidak menghentikan desainer Ria Miranda untuk meluncurkan koleksi Raya bertajuk ‘Nagari’. ‘Nagari’ merupakan bahasa Padang dari kata ’Negeri’. Koleksi ini bercerita tentang kerinduan Ria akan kampung halamannya, Padang.
“ Kebetulan, koleksi yang paling ditunggu customer itu Minang Heritage yang launch tahun 2012,” jelas Desainer lulus ESMOD Jakarta itu pada peluncurana via konferensi video pada Selasa, 21 April 2020.


Sedikit berbeda dari biasanya, kali ini Ria meluncurkan koleksi sarimbit atau pakaian kembar untuk sekeluarga yang terdiri dari ibu, ayah, anak laki-laki dan perempuan.


Di koleksi ini pun budaya khas Padang lebih terasa. “ Sebelumnya, mengeksplor songketnya aja. Kalau ini, eksplor rumah gadang yang punya ornamen yang bisa diaplikasikan”.
Ia juga membuat printed ‘Alang’ scarf yang diproduksi di Jakarta dan dibawa ke Padang untuk mendapatkan bordir khas.

Di koleksi yang didominasi warna earth tone seperti marun kecokelatan, rose, hijab toska, ungu dan biru pastel ini, Ria membuat detail ‘busui dan wudhu friendly’.
“ Karena customer rata-rata ibu muda, jadi bikin bukaan kancing supaya breastfeeding friendly. Sedangkan, ritsleting di samping lengan bawah ada frill berbahan chiffon supaya wudhu friendly,” jelasnya.

Semua koleksinya dibuat menggunakan bahan cotton dobby, chiffon, cotton polyester dan lain-lain.
Terlepas dari koleksi sarimbit dan scarf, ia meluncurkan pin, mukena kembar, produk brand Ria Miranda living, survival kit yang terdiri dari anti bakteri spray, masker kain, hand sanitizer dan hand wash.
Koleksi ini dibanderol mulai dari Rp215 ribu sampai Rp1.1 juta. Kamu pun bisa embelli maskernya saja yang dibanderol Rp50 ribu setiap 4 buah.
Sebagian dari setiap pembelian akan menjadi donasi masker serta Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis yang dibuat oleh brandnya sendiri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya