6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Source: Shutterstock.com
Dream - Tidak semua anak bisa mengekspresikan perasaannya kepada orangtua. Banyak anak yang cenderung pendiam dan kurang ekspresif.
Hal ini bisa menghambat komunikasi anak dan orangtua. Pola komunikasi yang kurang baik dapat menyebabkan kesalahpahaman dan terjadinya masalah lebih besar. Padahal, keluarga merupakan wadah pertama anak untuk berlatih menghadapi konflik.
“ Kalau anak nggak dibiasakan menghadapi konflik, ketika terjun di masyarakat, ketidakmampuan anak menghadapi masalah akan jadi rentetan yang panjang sekali,” ungkap Psikolog Anak dan Pendidikan, Dian Nirmala dalam webinar kampanye #UngkapkanDenganOreo, Rabu kemarin.

Untuk mengatasi pola komunikasi yang buruk akibat anak kurang terbuka, orangtua bisa aktif memancing si kecil agar mau bercerita.
“ Lakukanlah kegiatan berbasis aktivitas. Libatkan seluruh keluarga untuk beraktivitas bersama yang menuntut kreativitas dan menyenangkan.”
Aktivitas yang menyenangkan bisa menstimulasi tumbuh kembang anak, mengasah pengetahuan, memperkaya keterampilan untuk menciptakan serta mengetahui minatnya.

Dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan, anak dan orangtua bisa memperkuat hubungan agar menjadi lebih dalam serta mewujudkan rasa saling percaya.
“ Rasa percaya yang mendasari bonding bisa terwujud ketika beraktivitas bersama, supaya ada keterlibatan dan ketersalinan,” tuturnya.
Lakukan kegiatan yang dapat memancing anak untuk mencurahkan pendapat, ide kreatif serta isi hatinya agar bisa bertukar maksud dengan orangtua.
Dengan begitu, anak akan mulai merasa nyaman, percaya, terbuka, bebas dan lebih jujur kepada orangtua.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
