Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Keluarga Jepang/ Foto: Shutterstock
Dream - Tingkat kelahiran bayi di Jepang hingga 2022 ini masih sangat rendah. Kondisi tersebut membuat negara Matahari Terbit ini sampai disebut mengalami " resesi seks" selama bertahun-tahun.
Bila dibiarkan tentunya kondisi ini akan menghambat regenerasi. Pemerintah Jepang terus menerus melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kelahiran. Pada 2023 mendatang, Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan di Jepang sampai menambah biaya tunjangan untuk bayi baru lahir.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak pasangan untuk punya anak lebih banyak demi meningkatkan angka kelahiran di Jepang. Saat ini, setiap pasangan baru di Jepang dijanjikan untuk mendapatkan bantuan tunai sebesar 420.000 yen atau sekitar Rp47 juta untuk bayi yang baru dilahirkan.
Rencananya, pada 2023 mendatang akan meningkatkan jumlahnya menjadi 500.000 yen atau sekitar Rp57 juta. Dengan tunjangan bertambah, ternyata hal itu dianggap tak efektif.
Penyebabnya, karena dana tersebut akan habis untuk biaya persalinan, dan hanya akan tersisa sedikit setelah bayi lahir. Meskipun hibah tersebut didanai melalui sistem asuransi kesehatan publik Jepang, biaya melahirkan anak tetap harus dibayar sendiri.
Dikutip dari Soranews24, rata-rata nasional untuk biaya melahirkan adalah sekitar 473.000 yen atau sekitar Rp53 juta. Hal ini berarti membuat dana yang diberikan akan tersisa sedikit. Penambahan jumlah tunjangan anak dari pemerintah tetap dinilai tidak cukup untuk membesarkan anak sampai dewasa.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Soranews24
Dream - Uang saku atau uang jajan jadi hal yang sangat lumrah diberikan para orangtua di Indonesia untuk anak-anaknya. Saat sekolah, uang ini biasanya digunakan untuk membayar ongkos ke sekolah, membeli makanan dan minuman atau keperluan lainnya.
Besarannya tergantung dari kemampuan orangtua dan kebutuhan anak. Untuk anak sekolah dasar (SD) biasanya tak terlalu besar, sekitar Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.
Lain negara, tentunya lain kebiasaan. Tahukah Sahabat Dream kalau di Jepang, para murid SD tak diberikan uang jajan sama sekali? Fakta ini diungkap oleh akun Instagram @fredyfre, orang Indonesia yang tinggal di Jepang dan menyekolahkan anaknya di salah satu SD.
" Berapa uang jajan murid SD di Jepang sehari? Uang jajan: ¥ 0," tulisnya dalam video yang diunggah di Instagram.

Ia juga menjelaskan kalau di sekolah tidak ada kantin sama sekali, juga warung atau kedai yang menjual makanan. Hal itu karena di sekolah tersedia dapur khusus yang diawasi ahli gizi profesional.
Makanan disediakan oleh sekolah dan para murid kan makan siang bersama-sama. Murid hanya diwajibkan membawa alat makan masing-masih dan sikat gigi. Untuk menu, akan diberitahu kepada orangtua, termasuk juga informasi bahan makanan.

" Siswa bergilir setiap hari menjadi petugas membawa makanan dari dapur ke kelas. Tiap bulan orangtua mendapat list menu makanan dengan info nilai gizi dan notifikasi alergi," tulisnya.
Hal tersebut dilakukan untuk mengatur pola makan yang sehat sejak dini. Sepertinya, aturan ini juga yang membuat angka overweight dan penyakit degeneratif seperti di Jepang tidak tinggi. Keren!
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa