6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan Top 5 pasar utama (dari 14 pasar utama) wisatawan mancanegara (wisman) berdasarkan kriteria 3 S (size, sustainability, dan spending). Top Five (5) pasar utama wisman 2018 tersebut meliputi: Tiongkok, Eropa, Australia, Singapura, dan India. Sementara dari 14 pasar utama wisman 2018 yang masuk sebagai Top Ten (10) adalah; Tiongkok, Eropa, Australia, Singapura, India, Malaysia, USA, Korsel, Jepang, dan Filipina, sedangkan urutan selanjutnya adalah Thailand, Taiwan, Timteng, dan Hongkong.
Tiongkok menempati urutan pertama sebagai pasar utama wisman 2018, berdasarkan jumlah kunjungan wisatawan dari Tiongkok tercatat paling tinggi. Pada Januari-November 2017 jumlah kunjungan mencapai 1,9 juta wisman dengan pertumbuhan atau sustain/growth sebesar 42,2%, dan perolehan devisa atau spread (spending) US$ 1,94 miliar.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan bahwa Tiongkok menjadi pasar utama wisman 2018 karena total nilai dari size, sustain (growth), dan spread (spending) tertinggi (WA) mencapai 92%, sedangkan posisi kedua adalah Eropa total nilainya 77%. " Keunggulan pasar wisman Eropa pada spread atau spending," kata Menpar Arief Yahya.
Wisatawan Eropa rata-rata pengeluaran mencapai US$ 1.538/wisman per kunjungan, sedangkan wisatawan Tiongkok 1.019 /wisman per kunjungan. Meskipun jumlah wisatawan Tiongkok lebih besar (size) dari sisi total nilai (WA), namun untuk perolehan devisa atau spread (spending) wisatawan Eropa lebih unggul mencapai US$ US$ 2,6 miliar, sedangkan devisa dari wisatawan Tiongkok sebesar US$ 1,9 miliar.
Kunjungan wisatawan Eropa ke Indonesia pada Januari-November 2017 tercatat sebanyak 1,7 juta (size) dengan pertumbuhan sustain (growth) sebesar 14,1%, sedangkan perolehan devisa spread (spending) US$ 2,6 miliar.
Pasar Timur Tengah (Timteng) dari sisi pengeluaran per wisman tercatat tertinggi di antara pengeluaran wisman dari 14 pasar utama lainnya, yakni mencapai US$ 1.918/wisman per kunjungan atau mengalahkan wisatawan dari Eropa sebesar US$ 1.538/wisman per kunjungan.
Namun demikian, bila dihitung dari sisi spread (spending) total pendapatan devisa dari wisatawan Timteng hanya sebesar US$ 402 juta, hal ini karena jumlah kunjungan wisman Timteng ke Indonesia relatif masih kecil pada periode Januari-November 2017 hanya 209.963 wisman.
(Sumber: pesona.indonesia.travel)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
