Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Sekolah Dasar (Foto: Arie Basuki/ Merdeka.com)
Dream - Liburan sekolah segera berakhir. Kegiatan belajar mengajar di sebagian besar sekolah mulai aktif lagi pada 16 Juli 2018 mendatang. Namun ada juga yang sudah memulainya.
Tahun ajara baru dimulai. Jadi seluruh anak akan berada di kelas baru, dengan tingkatan yang lebih tinggi, guru yang baru serta teman-teman yang berbeda. Penyesuaian pun harus dilakukannya.
Bagi banyak anak, adaptasi dengan lingkungan baru merupakan hal yang memicu rasa takut, khawatir serta tak percaya diri. Apalagi untuk anak TK yang baru mulai sekolah. Untuk itu, kehadiran orangtua di hari-hari pertama sekolah sangat dibutuhkan.
Seruan untuk mengantarkan anak di hari pertama sekolah pun kembali digaungkan. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, tapi demi mendukung mental anak agar lebih percaya diri memasuki rutinitas yang baru.
" Semoga ini (antar anak hari pertama sekolah) bisa menjadi penguat bagi anak, terlebih siswa baru. Tentunya, demi bantu menyesuaikan diri mereka di masa baru masuk sekolah," kata Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Reza Indragiri Amriel kepada Liputan6.com.
Persiapan mengantar anak di hari pertama sekolah juga mempunyai beberapa tantangan. Salah satunya adalah membuat rutinitas yang baru. Banyak anak yang sulit kembali bangun pagi setelah liburan yang cukup lama.
Untuk itu mulai sekarang, biasakan kembali anak untuk bangun pagi. Ingatkan anak untuk menyiapkan perlengkapan sekolahnya seperti buku-buku dan seragam serta alat tulis. Pada anak yang lebih besar, biarkan ia menyiapkan sendiri untuk melatih kemandiriannya.
Sumber: Fitri Haryani/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya