Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Yogurt
Dream - Pencernaan sehat, maka kondisi tubuh anak secara keseluruhan akan lebih sehat. Hal ini karena adanya adanya microbiome, yaitu bakeri baik yang hidup dalam sistem pencernaan
manusia.
Dari penelitian yang dilakukan seorang ahli mikrobiologi, keberadaan mikrobiome dalam tubuh manusia mampu meningkatkan sistem kekebalan. Hal ini karena microbiome juga
mengatur metabolisme tubuh, bahkan mempengaruhi otak.
Artinya bisa berdampak positif untuk mengurangi risiko gangguan suasana hati dan berpotensi melindungi anak dari masalah mental.
Lalu bagaimana caranya agar level microbiome pada usus anak tetap stabil? Ini 4 langkahnya.
1. Berikan sayur dan kacang-kacangan
Beberapa sayur dan kacang-kacangan diketahui bisa merangsang pertumbuhan microbiome dalam usus. Antara lain edamame, kedelai hitam, bayam, dan avokad. Untuk itu sertakan
asupan-asupan tersebut pada camilan si kecil. Bisa juga diolah menjadi makanan utama.
2. Makan makanan 'berbakteri' baik
Yogurt atau kefir juga sebainya sering diberikan pada anak. Kandungan bakteri hidup dan bersifat baik, akan sangat berdampak positif pada kesehatan ususnya. Konsumsi yogurt secara
teratur akan menurunkan risiko infeksi pencernaan.
3. Jangan terlalu bersih
Tak perlu selalu mensterilkan dan mencuci makanan secara berlebihan sebelum dikonsumsi si kecil. Paparan bakteri malah terkadang dibutuhkan. Kebiasaan terlalu bersih juga pada kasus
tertentu malah bisa meningkatkan risiko alergi.
4. Penggunaan antibiotik dengan cermat
Beberapa penyakit kadang membutuhkan penanganan antibiotik. Biasanya penyakit yang disebabkan bakteri. Konsumsi antibiotik sendiri memang akan mematikan bakteri jahat. Tapi ada juga efek sampingnya, yaitu mematikan bakteri baik yang ada di dalam tubuh. Untuk itu jika si kecil diberi antibiotik pastikan konsumsinya sesuai anjuran dan tak berlebihan.
Sumber: Parents
Laporan Ferra Ferdiana
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi