Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menyebarnya wabah corona di Wuhan, China, menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Termasuk pelaku industri pariwisata.
Maskapai asal Malaysia, AirAsia memutuskan membatalkan seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Wuhan. Pembatalan ini diberlakukan hingga 28 Januari 2020.
" Seluruh penerbangan AirAsia dari Kota Kinabalu, Bangkok, Phuket ke Wuhan," demikian pernyataan manajemen AirAsia.
Sejauh ini, rute ke Wuhan dilayani AirAsia dari tiga kota di Thailand tersebut. AirAsia belum melayani rute dari Indonesia langsung ke Wuhan.

Dasar pembatalan tersebut yaitu pemberitahuan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah China. AirAsia selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan penumpang serta selalu mengikuti arahan dari otoritas kesehatan setempat dan World Health Organization (WHO).
" AirAsia mengimbau kepada penumpang yang berada di Wuhan untuk mengiktui arahan dari pemerintah China dan otoritas kesehatan serta menghubungi kantor kedutaan atau perwakilan diplomatik yang berada di China untuk bantuan lebih lanjut," demikian lanjut pengumuman tersebut.
Bagi calon penumpang yang terkena dampak pembatalan, AirAsia memberikan kompensasi berupa penjadwalan ulang melalui tiga skema. Tiga skema tersebut yaitu mengubah rute, akun kredit atau pengembalian dana.
Jika ubah rute dipilih, penumpang bisa terbang dari kota lain di China menuju Kota Kinabalu, Bangkok, dan Phuket. Pengalihan ini tidak dikenakan biaya tambahan sama sekali.

" Tersedia untuk penerbangan hingga tanggal 29 Februari 2020," demikian pengumuman tersebut.
Apalagi opsi yang dipilih adalah pengembalian dana, maka akan disesuaikan dengan metode pembayaran yang digunakan. Nilainya sesuai dengan jumlah yang dibayarkan saat memesan tiket dan tersedia hingga 15 Februaru 2020 untuk tiket ke Wuhan dan 16-29 Februari 2020 untuk tiket kembali dari Wuhan.
" Pengembalian dana untuk tiket yang dipensa melalui agen perjalanan termasuk online travel agent (OTA) hanya dapat dilakukan melalui agen tempat tiket tersebut dipesan," lanjut pengumuman tersebut.
Sumber: Liputan6.com/Dinny Mutiah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya