Waduh! Empat Hal Ini Bisa Mengancam `Masa Depan` Seorang Pria

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 30 Maret 2021 06:33
Waduh! Empat Hal Ini Bisa Mengancam `Masa Depan` Seorang Pria
Jangan sampai diabaikan. Peneliti sudah menemukan kondisi ini pada bayi laki-laki yang memiliki ukuran organ intim yang lebih kecil dari biasanya.

Dream - Iklim, pasokan makanan, sumber energi dan polusi dapat berpengaruh besar pada lingkungan. Khusus para pria hendaknya jangan sampai meremehkan empat hal tersebut. Seorang ahli menemukan keempat persialan tadi bisa juga memengaruhi organ intim pria, termasuk testis dan libidonya.

Melansir dari News Sky, Senin 29 Maret 2021, ahli epidemiologi lingkungan dan reproduksi Dr Shanna H. Shwan dalam bukunya berjudul " Count Down" mengatakan, manusia tengah menghadapi krisis eksistensial dalam tingka kesuburan akibat ftalat.

Flatlat adalah bahan kimia yang digunakan saat membuat plastik yang berdampak pada sistem endokrin penghasil hormon.

1 dari 4 halaman

Banyak Bayi Berpenis Kecil

Ucapan tersebut isapan jempol belaka. Penelitian yang dilakukan Dr Shwan menemukan semakin banyak bayi di dunia yang lahir dengan penis kecil.

Buku tersebut juga membahas bagaimana dunia modern telah mengancam jumlah sperma manusia, mengubah perkembangan sistem reproduksi pria dan wanita, serta telah memabahayakan masa depan umat manusia.

Penelitian Dr Swan dimulai dengan memeriksa sindrom ftalat, zat kimia yang diamati pada tikus. Ia menemukan bahwa, ketika jenis tikus terpapar kimia tersebut, sangat memungkinkan mereka akan lahir dengan alat kelamin yang menyusut.

2 dari 4 halaman

Ancaman Bagi Manusia di 2045

Tak berhenti disitu, Swan menemukan bahwa banyak bayi laki-laki yang terpapar ftalat di dalam rahim dan memiliki jarak anogenital yang lebih pendek. Hal ini berkorelasi dengan volume penis seseorang.

Bahan kimia tersebut biasa digunakan dalam industri untuk membuat plastik fleksible, namun Swan mengatakan bahan kimia bisa tertular lewat maianan serta makanan.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2017 menemukan, tingkat sperma pria di negara Barat telah turun lebih dari 50 persen selama empat dekade terakhir. Penelitian dilakukan dengan melakukan 185 studi yang melibatkan 45 ribu pria sehat.

Dr Swan percaya, tingkat kesuburan seorang pria bisa menurun dengan cepat dan kemungkinan pria tidak bisa menghasilkan sperma layar pada tahun 2045.

Sumber: News Sky

3 dari 4 halaman

Penyebab Pria Kerap 'Tegang' di Tengah Malam

Dream - Saat tidur, acap kali pria merasakan tidak semua bagian tubuhnya beristirahat. Salah satunya, alat vital yang ereksi di tengah malam.

Menurut laman Menshealth, ereksi di tengah malam merupakan pertanda bahwa tubuh pria sedang dalam keadaan baik. Adam Ramin, seorang pakar kanker urologi di Los Angeles mengatakan, pria bertubuh sehat bisa ereksi tiga hinga lima kali dalam semalam, tergantung seberapa sehat kondisi tubuhnya.

Untuk mengetahui lebih dalam, Ramin menjelaskan cara kerja ereksi. " Ereksi bermula dari stimulasi pada sistem syaraf parasimpatis Anda -seperti saat Anda melihat sesuatu yang seksi, atau terangsang akibat sentuhan, menyebabkan dilepasnya neurotransmitter," kata Ramin.

Lepasnya neurotransmitter menyebabkan pelebaran arteri di alat vital pria. Akibatnya, lebih banyak darah mengalir ke alat vital pria. Itulah yang menyebabkan alat vital pria membesar dan berereksi.

Kondisi yang sama terjadi pada saat tidur. Secara umum, ada peningkatan aktivitas sistem parasimpatis dalam tubuh pria. Inilah yang memperlambat detak jantung, melemaskan otot-otot, dan membuat mimpi menjadi lebih dalam hingga memicu pengembangan ereksi nokturnal.

" Singkat kata semua itu karena sistem saraf dalam tubuh pria. Bukan karena membayangkan sesuatu yang seksi atau mendapat rangsangan," ujar Ramin.

Meski begitu, hingga saat ini tidak diketahui manfaat dari ereksi nokturnal itu. " Ereksi nokturnal hanyalah produk sampingan dari rangsangan alami sistem saraf parasimpatis di malam hari," ujar Ramin.

Menurut ahli urologi, Tobias Köhler, ereksi nokturnal ini sangat penting guna menunjang ereksi di saat sadar.

" Ereksi nokturnal ini menjaga jaringan penis agar tetap lembut dan melar dengan mendorong otot polos di penis pria untuk rileks, membiarkan darah masuk dan membuat penis menjadi keras. Hal tersebut membantu penis menjadi tahan lama di pertempuran sesungguhnya," ucap Köhler.

Jika kamu tidak pernah terbangun untuk mengeceknya, atau tidak memiliki jumlah ereksi nokturnal yang cukup, sebaiknya kamu menemui dokter. Karena kekurangan ereksi di malam hari, bisa diartikan seperti kerusakan saraf, penyakit arterial, hipertensi, atau diabetes.

" Bisa saja kamu memiliki testosteron rendah, karena pria yang kadar testosteronnya di bawah rata-rata cenderung mengalami lebih sedikit ereksi di malam hari," ucap Ramin.

4 dari 4 halaman

Fakta Soal Vaksin Covid-19 Lebih Efektif Jika Disuntik di Alat Kelamin Pria

Dream - Beberapa waktu lalu ramai di media sosial soal kabar seorang dokter merekomendasikan penyuntikkan vaksin Covid-19 di alat kelamin pria. Dari kabar tersebut penyuntikan di alat kelamin akan jauh lebih efektif.

Banyak orang percaya dengan hal ini, tetapi ternyata berita tersebut palsu. Berita beredar berupa screen shot dengan latar CNN.com. Dikutip dari covid19.go.id, setelah ditelusuri di index pencarian tidak ditemukan artikel dengan judul tersebut di CNN.com.

Sementara itu foto dokter dalam artikel tersebut adalah Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont, California. Dia mengatakan kepada situs pengecekan fakta India Boom bahwa Artikel itu benar-benar palsu.

Tulisan dalam berita palsu tersebut yaitu “ Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis”, dengan sampul foto seorang dokter dan ilustrasi injeksi di alat kelamin pria.

Dari penelusuran snopes.com, artikel yang mencatut nama situs berita CNN juga terbukti palsu. Pertama, ilustrasi yang menunjukkan “ area aman untuk injeksi” ke penis sebenarnya berasal dari instruksi manual untuk injeksi sendiri penis sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi, diambil dari situs Kansas City, Missouri-area St. Luke’s Health System.

Kedua, dokter yang ditampilkan tersebut bernama Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont, California. Kepada situs pengecekan fakta India Boom, Ardeshana mengatakan belum pernah berkomentar soal penelitian tersebut.

“ Artikel itu benar-benar palsu. Saya belum mengatakan apa-apa tentang penelitian semacam itu. Itu adalah perbuatan jahat seseorang,” ujar Ardeshana kepada situs India Boom.

Beri Komentar