Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lego Braille Bricks (Foto: Lego)
Dream - Bermain dengan balok-balok Lego tak pernah gagal dalam menghibur anak-anak. Mereka bisa membuat bangunan dan bentuk apa saja sesuka hati, yang juga dapat merangsang fokus dan kreativitasnya.
Kini, perusahaan mainan asal Denmark itu sedang mengembangkan mainan Lego yang bisa dimainkan oleh anak tunanetra. Mainan ini bertujuan untuk membantu anak-anak tunanetra dan bahkan tunanetra dewasa mempelajari huruf Braille dengan " cara yang menyenangkan dan menarik" .
Permainan tersebut dinamakan Lego Braille Bricks. Beberapa balok dengan fitur stud telah dibuat dan bakal diluncurkan secara lengkap pada 2020 mendatang. Mainan ini akan sepenuhnya kompatibel dengan permainan lego jenis apapun.
Braille Bricks saat ini sedang menjalani pengujian di sekolah-sekolah yang berbahasa Portugis, Denmark, Inggris dan Norwegia. Sedangkan, versi Spanyol, Prancis dan Jerman akan diuji akhir tahun ini.

Mainan ini nantinya akan didistribusikan secara gratis ke lembaga-lembaga melalui organisasi mitra. Philippe Chazal, dari European Blind Union, mengungkapkan harapannya makin banyak tunanetra yang akan belajar Braille dengan permainan ini.
" Kami sangat percaya Lego Braille Bricks dapat membantu meningkatkan tingkat minat belajar Braille, jadi kami senang sekali bahwa Lego Foundation mengembangkan konsep ini dan membawanya ke anak-anak di seluruh dunia," ungkap Chazal, seperti dikutip dari CNN.
Morten Bonde, direktur seni Grup Lego yang kehilangan penglihatan karena gangguan mata genetik, penuh semangat memperkenalkan Braille Bricks ke seluruh dunia.
" Saya tersentuh melihat dampak produk ini pada pengembangan kepercayaan akademik dan keingintahuan anak-anak tunanetra," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya