Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Suasana Kelas Untuk Anak Di English First (EF)
Dream - Kemampuan berbahasa jadi hal yang sangat penting anak, karena jadi salah satu indikator yang menentukan perkembangan kognitif di kemudian hari. Tahap perkembangan bahasa dimulai sejak tahap pralinguistik. Anak mulai mengenal bahasa sejak bayi lalu berlanjut hingga tahap kompetensi (dewasa).
Usia golden age (0-6 tahun) merupakan saat perkembangan bahasa anak akan mengalami kemajuan pesat. Pada usia inilah biasanya kemampuan bahasa pertama anak sudah semakin
matang dan dapat mulai diperkenalkan dengan bahasa asing.
Namun, yang kerap terjadi adalah muncul keraguan dari orangtua ketika ingin mengenalkan bahasa asing pada anak. Belajar bahasa asing sejak dini sering dianggap dapat menyebabkan kebingungan bahasa yang berujung pada berbagai masalah, seperti keterlambatan bicara hingga masalah bersosialisasi.
Menjawab hal tersebut, EF English First menggelar talkshow bertajuk “ Multilingual Sejak Dini, KenapaTidak?” di EF Center, FX Jakarta, Rabu, 22 Februari 2017, kemarin. Acara ini
menghadirkan psikolog RoslinaVerauli, M.Psi.
Psikolog yang akrab disapa Vera ini menjelasakan bahwa hal tersebut tak selalu tepat. Menurutnya yang perlu dipahami ketika anak dipaparkan lebih dari satu bahasa, maka akan terjadi peleburan dari bahasa-bahasa tersebut (code mixing).
Hal itu sebenarnya merupakan hal yang wajar terjadi pada anak-anak yang belajar multilingual. Merupakan bagian dari proses untuk kelak mampu menguasai bahasa-bahasa yang
diperkenalkan dengan baik. Seiring usia kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.
“ Berdasarkan penelitian perkembangan berbahasa, bayi yang dipaparkan lebih dari dua bahasa tidak akan mengalami keterlambatan bicara. Setiap manusia sejak bayi telah memiliki
program di dalam otak yang disebut Language Acquisition Device (LAD). Hal ini yang memungkinkan bayi dapat melakukan analisa dan memahami aturan dasar dari bahasa. Bayi memiliki kapasitas bawaan menguasai bahasa”, ujar Vera, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id, Kamis 23 Februari 2017..
Vera juga menambahkan, ketika ingin mengenalkan anak dengan bahasa asing dibutuhkan waktu dan cara yang tepat, sesuai dengan tahap perkembangan dan kondisi masing-masing anak.
Orangtua perlu memperhatikan tujuan utama dari mengenalkan bahasa asing tersebut dan mempraktekkannya secara konsisten, sehingga anak dan orangtua dapat sama-sama memperoleh manfaatnya.
Pada kesempatan yang sama, Meta Fadjria selaku pengajar senior di EF English First mengatakan jika mengajarkan bahasa asing pada anak usia dini membutuhkan metode dan program yang tepat. Hal ini tidak lepas dari pendampingan intensif orangtua.
“ Menurut kami di EF, usia3 hingga 6 tahun merupakan usia yang tepat untuk diajarkan bahasa Inggris secara lebih terstruktur. Di EF kami memiliki program Small Stars, ” ujar Meta.
Proses pembelajaran yang ada di Small Stars sendiri adalah sebuah proses yang didasarkan padametode EFEKTA System, dimana anak akan melalui tahapan Learn, Try, Apply, kemudian
Certify.
Pada tahapan awal yaitu Learn, anak mempelajari materi bahasa Inggris melalui buku dan interaksi dengan guru yang profesional, serta disesuaikan dengan perkembangan usia anak.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari