8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Pengukuran Tekanan Darah
Dream - Tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi identik dengan penyakit orang dewasa atau yang sudah berumur. Tapi siapa sangka, anak-anak juga berpotensi mengalami hipertensi. Kondisi tekanan darah tinggi tersebut bahkan bisa dimulai sejak usia bayi.
Hipertensi pada dasarnya merupakan kenaikan tekanan darah di atas normal, yakni melebihi 140/90 mmHg. Siapapun yang memiliki faktor risiko dapat mengalaminya.
" Kasus hipertensi pada anak bisa terjadi akibat faktor genetik dan gaya hidup. Beberapa peneliti meyakini bahwa 30-60 persen kasus hipertensi diturunkan secara genetik. Pada bayi juga bisa terjadi akibat kelainan jantung," ujar Rossana Barack, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Jakarta, Kamis 22 Februari 2018.
Hipertensi pada anak umumnya tidak terdeteksi. Namun risiko hipertensi bisa semakin tinggi seiring dengan pertumbuhannya. Dokter Rossana menyebutkan, makanan menjadi hal yang paling berpengaruh.
Anak kecil sebaiknya tidak dibiasakan untuk makan snack dalam kemasan dan makanan cepat saji. Sebab, kandungan garam di dalamnya sangat tinggi. Garam yang dimaksud adalah garam natrium yang didapat dari garam dapur, soda kue, baking powder, vetsin dan pengawet makanan.
" Apabila dibiarkan memiliki pola hidup tidak sehat akan semakin berisiko hipertensi, terutama di usia dewasa nanti. Disusul dengan komplikasi seperti gagal jantung, gagal ginjal dan stroke," ujar dr. Rosanna.
Selain pola makan, anak juga harus dibiasakan berolahraga dan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Sedangkan pada bayi, tidak masalah untuk mengonsumsi ASI dari ibu yang memiliki hipertensi.
" ASI tidak menyalurkan garam dari sang ibu. Hipertensi juga tidak menurun dari situ, melainkan dari gen," ungkap dr. Rosanna.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian