Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Melihat fakta ini, penting bagi orang tua untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini agar si kecil terlindungi dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, pembawa virus dengue.
Berikut beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan ibu untuk melindungi buah hati dari bahaya DBD:
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD adalah dengan rutin melakukan 3M Plus setiap minggu. Langkah ini meliputi:
Menguras bak mandi, ember, kolam, dan penampung air lainnya secara berkala.
Menutup rapat semua tempat yang berpotensi menjadi genangan air.
Mendaur ulang sampah botol, plastik, dan barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, menjaga kebersihan rumah juga penting. Jangan menumpuk sampah di dalam rumah dan pastikan tempat sampah selalu tertutup dan dibersihkan secara rutin. Hindari juga menumpuk pakaian kotor yang digantung terlalu lama karena bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk.
Untuk lingkungan luar rumah, ibu bisa menanam tanaman anti nyamuk seperti lavender, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, serta menaburkan bubuk larvasida di tempat-tempat yang sulit dikuras.
Melindungi anak dari gigitan nyamuk menjadi faktor penting dalam mencegah DBD. Menurut Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK, Ahli Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, anak-anak sebaiknya menggunakan kelambu saat tidur siang untuk menghindari gigitan nyamuk. Selain itu, penggunaan minyak telon juga sangat dianjurkan.
MY BABY, sebagai pelopor Minyak Telon Plus No. 1 di Indonesia yang dipercaya oleh 9 dari 10 ibu, menghadirkan MY BABY Minyak Telon Plus sebagai perlindungan tambahan. Produk ini sudah teruji efektif melindungi dari gigitan nyamuk dan serangga hingga 8 jam, serta tersedia dalam varian Eucalyptus dan Lavender, termasuk dalam format lotion. MY BABY juga menyediakan varian Longer Protection yang memberikan perlindungan lebih lama, hingga 12 jam.
Menurut Winny Yunitawati, Deputy Managing Director Consumer Cosmetic & Health Care Tempo Scan Group, komitmen MY BABY adalah mendukung para ibu dalam melindungi anak-anak mereka dengan menghadirkan produk berkualitas yang telah tersertifikasi halal dan aman digunakan sehari-hari.
Sistem imun yang kuat dapat menjadi benteng utama melawan berbagai infeksi, termasuk virus dengue. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, memiliki waktu tidur yang cukup, serta mendapatkan vaksinasi yang diperlukan. Imunitas yang optimal membantu tubuh si kecil lebih tahan terhadap infeksi virus.
Memakaikan pakaian berlengan panjang dan celana panjang kepada anak-anak, terutama saat mereka berada di luar ruangan atau di area yang banyak nyamuk, juga menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mencegah gigitan nyamuk.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang konsisten, ibu bisa membantu melindungi si kecil dari bahaya DBD. Yuk, jaga keluarga tercinta mulai dari sekarang!
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

