Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus
Dream – Sejak pandemi corona Covid-19 mulai muncul di Wuhan, China, Desember 2019 lalu, banyak pihak melakukan penelitian terkait pola penyebaran dan maupun prediksi kapan wabah ini akan berakhir. Salah satu penelitian dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dalam keterangan persnya akhir pekan lalu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan harapannya agar pandemi Corona Covid-19 akan segera berakhir dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Dalam webinar yang ditayangkan live pada Jumat lalu, 21 Agustus 2020 itu, Ghebreyesus menjawab pertanyaan mengenai perbandingan antara flu Spanyol satu abad lalu, dan virus corona Covid-19 yang melanda dunia saat ini. Menurut Ghebreyesus wabah Flu Spanyol benar-benar dipastikan berakhir dalam kurun waktu dua tahun, yakni sejak Februari 1918 hingga April 1920.
" Jadi, butuh dua tahun untuk berhenti. Dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan di zaman modern ini, kami berharap penanganan pandemi corona Covid-19 dalam selesai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun," harapnya.
![]()
Meski beberapa negara mulai melaporkan adanya penurunan angka penularan Corona Covid-19, Ghebreyesus memperingatkan agar tetap waspada karena bisa saja muncul gelombang baru yang lebih berbahaya.
" Penurunan angka kasus penularan bisa saja menjadi sebuah prestasi banyak negara. Namun yang kita perlu pahami, penurunan angka ini tidak serta merta menghilangkan keberadaan virus ini. Kita harus tetap berhati-hati, apalagi masih banyak penularan tanpa gejala di seluruh dunia," tambahnya.
Ghebreyesus juga menyebut bahwa setiap negara belum bisa dikatakan aman dari Corona Covid-19 hingga vaksin mulai diproduksi massal.
" Vaksin menjadi harapan yang amat penting saat ini. Kami berharap vaksin bisa diproduksi secepat mungkin. Namun sekali lagi, tidak ada jaminan pandemi akan berakhir meski sudah ada vaksin,”jelasnya.
Ghebreyesus mengingatkan seluruh masyarakat agar mulai menjalankan adaptasi kehidupan baru di tengah kondisi pandemi saat ini. Ia menyebut setiap orang harus menyesuaikan diri untuk lebih menjaga satu sama lain tetap aman.
" Pandemi adalah pengingat bahwa kesehatan dan ekonomi tidak dapat dipisahkan," simpul Ghebreyesus.
Kepala badan kesehatan milik PBB itu juga menambahkan bahwa WHO akan bekerjasama dengan semua negara untuk segera membuat perekonomian, masyarakat, sekolah, dan bisnis lebih aman.
(Sumber: AA)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya