Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Wonderful Indonesia Ikuti JATA Travel Expo di Jepang

Reporter : Ratih Wulan
Rabu, 21 September 2016 14:49
Wonderful Indonesia Ikuti JATA Travel Expo di Jepang
JATA Tourism Expo (JTE) 2016 adalah bursa pariwisata internasional tahunan terbesar di Jepang.

Dream - Wonderful Indonesia semakin melebarkan sayap, salah satunya dengan mengikuti pameran pariwisata internasional. Yaitu, JATA Travel Expo 2016 yang digelar di Tokyo International Exhibition Center (Tokyo Big Sight), Jepang pada 22-25 September mendatang.

Ditegaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, bahwa hal ini menjadi salah satu strategi promosi pariwisata Indonesia di luar negeri.

" JATA Tourism Expo (JTE) 2016 adalah bursa pariwisata internasional tahunan terbesar di Jepang, diikuti oleh 1.161 buyers dan sellers dari 141 negara dengan 1.129 booths, dan dikunjungi oleh 173.602 pengunjung," kata Menteri Arief Yahya.

Sehingga Arief menilai pariwisata Indonesia harus berpartisipasi dalam ajang tersebut dengan materi promosi yang menarik dan tampilan maksimal. Terlebih dalam penyelenggaraan JTE yang ke 24 kalinya ini, diharapkan dapat menjaring banyak peminat.

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Kemenpar berencana akan membuka lahan pameran seluas 180 meter persegi dengan desain booth bernuansa kapal Phinisi.

" Akan menampung 20 booth dilengkapi dengan desain dan gambar yang mewakili destinasi di 3 Greater yakni Batam, Jakarta, dan Bali," imbuhnya.

Kapal Phinisi merupakan kapal tradisional khas Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan, tepatnya dari Desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Model kapal tersebut sangat khas dengan dua tiang layar utama sehingga diharapkan mampu menarik perhatian pengunjung dalam acara pameran akbar tersebut.

Lebih jauh Arief menyatakan, nantinya acara ini akan dihadiri para pelaku industri pariwisata dari berbagai belahan dunia. Mereka berkumpul dalam acara pameran berbagai produk dan jasa di bidang pariwisata termasuk airlines, seni dan budaya, atraksi dan destinasi, resort, layanan transportasi, Conference dan Exhibition Centers, layanan perbankan, golf, venue kebudayaan, holiday camps, hingga hotel dan restoran.

" Kegiatan ini sangat penting apalagi Jepang merupakan salah satu negara fokus pasar pariwisata Indonesia yang dari tahun ke tahun kontribusinya besar kepada target kunjungan wisman ke Tanah Air," kata Arief.

Pada kesempatan yang sama Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata mengatakan dalam ajang JTE, Indonesia akan menempati posisi di Indonesia East Hall 1, A 24.

Kemenpar memfasilitasi 35 pelaku industri pariwisata Indonesia dari berbagai provinsi untuk mengikuti acara itu. Mereka bergerak pada jasa biro perjalanan, hotel, Pemda, cruise, pengelola destinasi wisata, theme park, hingga maskapai penerbangan.

" Kami juga akan menggelar berbagai kegiatan yang diharapkan bisa menjadi atraksi dan daya tarik pengunjung agar datang ke booth Indonesia," kata Pitana.

Beberapa aktivitas yang akan digelar di Indonesia East Hall dalam JTE di antaranya Pameran B to B dan B to C, Pelayanan Informasi Pariwisata, Coffee & Refreshment, Penampilan Tim Kesenian, Media Digital Interaktif (Virtual Reality), dan Gift Redemption.

Berbagai aktivitas menarik itu diharapkannya mampu menarik perhatian pengunjung JTE sehingga brand pariwisata Indonesia semakin dikenal khususnya di Jepang.

Ia mengatakan selama ini Jepang merupakan salah satu negara fokus pasar wisata utama yang potensinya masih sangat besar untuk dioptimalkan.

" Wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Tapi khusus tahun ini tumbuh minus meski potensinya masih tetap besar," katanya.

Oleh karena itu Kementerian Pariwisata menganggap penting untuk lebih gencar menggarap pasar Jepang melalui berbagai promosi wisata di kota-kota potensial negara itu khususnya di Tokyo sebagai jantung utama Jepang.

" Tahun ini kami menargetkan mampu menjaring 550.000 wisman Jepang ke Indonesia. Ini sangat memungkinkan karena total outbond mereka 22,5 juta dan share Indonesia baru mencapai 2,33 persen," katanya.

Beri Komentar