Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Rodalesorganiclife.com)
Dream - Sahabat Dream Travel ada yang menderita insomnia? Nah, berarti kamu perlu tahu nih. Menghabiskan malam di bawah bintang indah nan berkilau ternyata bisa menghilangkan kebiasaan buruk susah tidur kamu di malam hari.
Beberapa alasan bisa jadi penyebab seseorang kesulitan untuk tidur di malam hari. Mulai dari stres dengan pekerjaan di kantor, perasaan lelah setelah naik pesawat, atau sedang terobsesi dengan sesuatu. Kesulitan untuk tidur malam hari bisa menjadi kebisaan buruk bagi seseorang. Dan fatalnya, kebiasaan tersebut akan terus terjadi berkali-kali dan membuat siklus tidur menjadi berantakan.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Colorado tentang kesulitan tidur pun menjelaskan, untuk menghilangkan kebiasaan sulit tidur di malam hari, tidak harus dengan secangkir kopi. Mulailah memanjakan diri kamu dan ikuti perjalanan kemah di akhir pekan!
Studi kasus itu pun mendapatkan hasil, 9 orang yang menghabiskan malam dengan berkemah di akhir pekan tanpa gadget, tertidur 2 jam lebih cepat dan tentunya bangun lebih awal dibanding 5 orang yang hanya menghabiskan waktu di rumah.
Hormon tidur melatonin dilepaskan melalui rasa gelap, maka bagi orang yang senang bermain gadget atau komputer sebelum tidur akan mendapatkan risiko sulit tidur yang lebih tinggi. Berkemah tanpa adanya gadget dapat membuat seseorang tidur malam lebih dari 10 jam dan membuat hormon melatonin bergeser, sehingga membuat orang cepat merasa nyaman dan tertidur.
Namun, untuk mendapat hasil yang lebih baik lagi, cobalah berkemah di malam hari selama 6 hari berturut-turut. Hal itu akan membuat hormon melatoin cepat terlepas dan membuat seseorang tidur 2,5 jam lebih cepat dari biasanya.
Namun sayangnya tak semua orang memiliki waktu luang untuk berkemah. Banyak yang bertanya, apakah ada cara lain untuk mengatasi kesulitan tidur di malam hari?
Kenneth Wright, Direktur Labolatorium Chronobiology di UC Boulder menjelaskan: " Cobalah untuk mendapatkan sinar matahari lebih banyak, atau mulailah berjalan-jalan santai di pagi hari. Bagi yang bekerja dalam kantor, duduklah di tempat yang dekat dengan jendela untuk mendapatkan banyak sinar matahari."
Nah, selain berkemah, Sahabat Dream Travel bisa mencoba juga tuh tips dari Kenneth Wright untuk menghindari kebiasaan sulit tidur di malam hari.
(Sumber: travelandleisure.com/Awalendi EP)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari