Nike Rilis Sepatu Running Super Ringan

Reporter : Gladys Velonia
Jumat, 23 Februari 2018 06:46
Nike Rilis Sepatu Running Super Ringan
Nike mengklaim sepatu ini bisa bertahan menempuh jarak 800 Km

Dream - Produsen alat olahraga Nike menunjukkan konsistensinya mendukung aktivitas olahraga masyarakat masa kini. Hal itu ditunjukkan dengan meluncurkan Nike React, seri terbaru running shoes ala Nike.

Prizka Rahmanisa, Product Knowledge Ekin Indonesia, menjelaskan produk terbaru ini di develop sejak 2013 lalu. Sepatu ini langsung diuji coba para pelari atau runners, baik atlet maupun pemula.

" Dari riset yang dilakukan, pelari mencari sepatu yang memiliki bantalan empuk," ujar Prizka di Jakarta Pusat, Kamis 22 Februari 2018.

 Nike React© Gladys Velonia

Jika biasanya sepatu dengan bantalan empuk akan terasa berat, Nike React justru ringan bahkan untuk lari jarak jauh. Karena Nike React didesain dengan soles ringan bernama foam.

" Foam ini lightwieght, sehingga tidak akan meredam kecepatan pelari saat berlari. Durable sepatu ini mencapai hampir 800 km," tutur wanita yang karib disapa Kika.

 Nike React© Gladys Velonia

Dari segi tampilan, Nike React menggunakan fly knit yang diklaim paling baik dari seri terdahulunya. Dilengkapi pula dengan heel skin yang menjaga kaki lebih stabil saat berlari.

" Outsoles nya itu fluid geometry, terlihat jelas mana daerah yang firm, mana daerah yang lebih halus. Di ujung-ujung outsoles diberi transparent rubber yang membuat daya tahan sepatu ini lebih tinggi," lanjut Kika.

Kamu pecinta lari wajib coba sepatu ringan ini. Kamu hanya perlu merogoh kocek Rp2.279.000. Nike React baru tersedia di Pacific Place, Senayan City, dan Grand Indonesia.

(Sah)

1 dari 1 halaman

Terkuak, Harga Sebenarnya Sepatu Adidas dan Nike

Dream - Sepatu lari (sneakers) dengan brand-barang tertentu, misalnya Adidas dan Nike termasuk alas kaki kelas atas. Harganya cukup Mahal. Untuk membeli sepasang sepatu ini, terkadang harus merogoh kocek dalam-dalam.

Sebut saja harga sepasang sepatu Adids model Boston 5 Boost yang seharga US$120 atau Rp1,6 juta dan sepatu Adidas model D-Rose 6 Boost seharga US$140 atau Rp1,9 juta.

Sementara di jajaran sepatu Nike, terdapat model Zoom Pegasus dengan harga US$110 (Rp1,49 juta) dan Nike Air Zoom Vomero 11 yang seharga US$125 (Rp1,69 juta).

Meski mahal, kedua mereka sepatu olahraga itu tetap jadi buruan. Apalagi jika sudah terlanjur menjadi pelanggan setiap. Laporan Dilansir dari Sole Reveiew, justru membuat kabar mengejutan. Dilansir Dream, Sabtu 28 Mei 2016, ternyata harga memproduksi sepatu itu jauh lebih murah dibandingkan harga jualnya.

Sebut saja harga sepatu Adidas Energy Boost 3. Di pasaran, sepatu ini dijual US$160 atau (Rp2,17 juta). Tapi coba tengok biaya produksinya.  Sepatu ini cukup dibuat dengan harga US$30 atau Rp407,28 ribu.

Lalu, mengapa harga eceran bisa setinggi itu?

Tahun lalu, pendapatan Adidas sebesar 4,1 persen, sedangkan Nike sebesar 10,7 persen. Tapi ingat, pendapatan itu berasal dari harga grosir, bukan harga eceran. Jika marjin merek dimasukkan ke dalam komponen harga eceran, Adidas dan Nike hanya membuat keuntungan masing-masing sebesar 2,05 persen dan 5,3 persen.

Dengan kata lain, dengan harga sepatu senilai US$100 atau Rp1,35 juta, Adidas hanya menghasilkan untung US$2,05 (Rp27,83 ribu) dan Nike US$5,3 (Rp71,95 ribu)

Lalu, apa saja biaya yang membuat harga tersebut melonjak dari harga produksi hingga harga eceran?

Pertama adalah landed cost, biaya pengiriman, dan marjin kotor. Landed cost atau harga pokok hanya merepresentasikan langkah pertama perjalanan produk akhir. Sejak sepatu itu meninggalkan negara produsen, dia akan dikenakan biaya tambahan berupa biaya pengiriman.

Di tingkat ini, ada beberapa macam komponen biaya, seperti biaya pengiriman, asuransi, dan bea. Harga pabrik ditambah biaya-biaya tambahan ini akan menghasilkan harga pokok

Misalnya, harga sepatu di tingkat pabrik adalah US$20 (Rp271,52 ribu), lalu ditambah biaya pengapalan US$1, biaya asuransi US$0,3 (Rp4 ribu), dan cukai US$3 (40,72 ribu). Maka harga pokok penjualan dari sepasang sepatu adalah US$24,3 (Rp329,89 ribu).

Biasanya, pemegang merek membeli sepatu itu setengah dari harga eceran. Apabila harga sepatu eceran US$100 atau Rp1,35 juta, perusahaan merek akan membeli sepasang sepatu itu sebesar US$50. Inilh yang disebut untung penjualan. Kemudian, merek akan mendapatkan marjin kotor US$28 (Rp380,12 ribu) apabila landed cost sepasang sepatu sebesar US$22 (Rp298,67) per pasang.

Kedua, biaya-biaya lainnya, pajak, dan laba bersih. Perusahaan itu akan mendapatkan laba bersih setelah dikurangi oleh pajak dan biaya lainnya, seperti biaya gaji karyawan, biaya distribusi, dan pemasaran. Laba bersih inilah yang diperoleh dari pemegang merek dari sepasang sepatu.

Jadi, harga sepatu Adidas yang sebesar US$100 (Rp1,35 juta) itu terdiri atas US$21 (Rp285,09 ribu) biaya produksi, US$5 (Rp67,88 ribu) untuk biaya pengapalan, asuransi, dan cukai, US$8 (Rp108,6 ribu) untuk pemasaran, US$13 (Rp176,48 ribu) untuk biaya lainnya, dan US$50 (Rp678,8 ribu) untuk marjin eceran. Lalu, profit Adidas sebesar US$ (Rp27,15 ribu) per sepasang sepatu.

Sementara itu, harga sepatu Nike yang sebesar US$100 (Rp1,35 juta) ini terdiri atas US$22 (Rp298,67 ribu) untuk biaya produksi, US$5 (Rp67,88 ribu) untuk pengapalan, asuransi, dan cukai, US$11 (Rp149,33 ribu) untuk biaya lainnya, serta US$2 (Rp27,15 ribu) untuk pajak penghasilan. Keuntungan bersih Nike dari sepatu, lebih besar daripada Adidas, yaitu US$5 (Rp67,88 ribu).

Bagaimana dengan keuntungan ritel jika harga sepasang sepatu US$100 (Rp1,35 juta)? Jika perusahaan merek menjual harga sepasang sepatu sebesar US$50 (Rp678,8 ribu) kepada pengecer, marjin yang didapatkan pengecer adalah US$6 (Rp81,45 ribu) dari sepasang sepatu. Sisanya yang sebesar US$44 (Rp597,34 ribu) ini adalah komponen berupa biaya-biaya sebesar US$17 (Rp230,79 ribu) dan pajak penghasilan sebesar US$3 (Rp40,72 ribu). Ada juga komponen diskon yang sebesar US$24 (Rp325,82 ribu) per pasang sepatu.

Adidas dan Nike tentu memerlukan peran orang lain untuk mempromosikan produknya, misalnya atlet dan selebritis. Lalu, berapa biaya untuk promosi lewat orang-orang itu dari harga sepatu yang sebesar US$100? Tidaklah besar, yaitu sebesar US$1,5 (Rp20,36 ribu) per pasang sepatu.

Beri Komentar