Tekno Stranger, Debut Perdana Diesel di Men`s Fashion Week 2018

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 26 September 2018 17:42
Tekno Stranger, Debut Perdana Diesel di Men`s Fashion Week 2018
Brand fashion asal Italia ini memamerkan koleksi ready-to-wear terbarunya.

Dream - Untuk pertama kalinya, Time International menggandeng brand fashion asal Italia, Diesel dalam perhelatan Men's Fashion Week 2018 di Jakarta. 

Di ajang yang digelar di The Warehouse Plaza Indonesia ini, Diesel memamerkan 'Tekno Stranger'. Koleksi pakaian ready-to-wear Fall/Winter 2018.

Wakil Presiden Time International, Shannon Hartono, mengaku sangat senang dengan partisipasi Diesel di MFW 2018. Ini merupakan debut perdana Diesel di ajang tahunan tersebut.

" Dan sangat antusias untuk berani berbagi dari dunia Diesel. Kami sangat berharap para hadirin menikmati, menemukan unsur-unsur yang menarik dari warna-warna yang dipadukan dalam potongan Diesel musim ini," kata Shannon.

Diesel© istimewa

(Foto: Nurwahyunan/KLY)

Koleksi Fall/Winter 2018 Diesel mencakup pakaian pria ready-to-wear serta aksesoris, mulai dari tas hingga sepatu.

Koleksi ini menggambarkan semangat muda dan jiwa pemberontak lewat grafis yang berani dan mencolo, terinspirasi musik elektronik.

Lewat koleksi ini, Diesel hendak mewujudkan upaya keras dalam merekonstuksi citra. Inspirasi diambil dari perpaduan unsur olahraga, denim, warna, grafik, pemeriksaan dan perlakukan.

Terciptalah campuran avant-garde yang diterjemahkan melalui tiga suku Muffin Heads, Voltag3 dan Kultur. Diperkaya berbagai kepribadian yang sikapnya dapat seimbang, bebas dan meyakinkan.

Diesel© istimewa

(Foto: Nurwahyunan/KLY)

London dipilih sebagai titik referensi, memperlihatkan perpaduan gaya mulai dari seragam Sekolah ke unsur gothics dan post-punk. Siluet besar melukiskan benda-benda arsip estetika yang memukau, dipadukan dengan unsur budaya bersejarah dan pop.

Meski berbeda, tetap bercampur dengan baik ke dalam koleksi sehingga membuatnya terlihat lebih menarik.

Muffin Heads alias Inggris Ravers, mengenakan seragam sekolah dengan garis-garis grafis dalam kombinasi warna yang tak terduga. Termasuk dalam botol palet hijau, orange utilitas, merah anggur dan abu-abu gelap.

Voltag3 mewujudkan getaran Victorian-meet-sport dengan potongan-potongan yang dapat diubah. Tidak hanya dapat disesuaikan dengan tubuh, tetapi juga meminjamkan sentuhan lucu seperti bunglon.

Diesel© istimewa

(Foto: Nurwahyunan/KLY)

Terakhir Kultur, hibrida gothic cyber yang membawa kita kembali ke lemari klasik, dengan mantel wol elegan dengan tepi kasar dan blazer dengan hoodies built-in memberikan sentuhan baru.

Sekedar informasi, musim ini Diesel menjahit di luar ciri khasnya. Rincian olahraga diterapkan untuk produk yang lebih klasik, sementara pemakaian unsur bulu palsu dihilangkan.

Sehingga memberikan sentuhan yang menyenangkan. Sementara pemakaian volume dapat dilihat pada pakaian luar atau menggunakan denim untuk pergantian experiental.

(ism, Laporan: Erisa Riyana)

1 dari 1 halaman

Torero, Batik Matador Parang Kencana

Dream Batik rupanya tak melulu keren dalam tampilan monoton semacam kemeja maupun gaun. Batik tetap terlihat menarik dipadu dengan gaya apapun, termasuk style khas Eropa.

Inovasi ini dihadirkan Parang Kencana. Brand batik kenamaan Indonesia memadukan batik dengan beberapa fashion style matador khas Spanyol dalam koleksinya bertajuk 'Torero'.

" Torero adalah semua hal yang berkaitan dengan tradisi matador. Lewat koleksi ini, millenial bisa tahu kalau batik itu keren dipakai setiap saat," ujar Sales & Marketing Director Parang Kencana, Meity Sutandi, diMen`s Fashion Week, Plaza Indonesia, Jakarta. Senin kemarin.

Parang Kencana Torero© dream.co.id

Ada 30 koleksi dengan campuran gaya matador. Ini menunjukkan batik bisa menyatu dengan tradisi manapun.

" Matador itu tradisi yang selalu ada. Harusnya, batik pun harus selalu ada seperti tradisi ini," kata Meity.

Parang Kencana Torero© dream.co.id

Parang Kencana menggunakan teknik cap untuk memadukan batik dengan motif khas Eropa. Teknik ini mempermudah proses pembuatan pakaian dan lebih terjangkau.

" Kalau teknik batik tulis pasti lebih lama dan mahal sekali. Saya mau koleksi ini tetap bisa keren, tapi tidak harus mahal supaya millenial tertarik," tutur Meity.

Parang Kencana Torero© dream.co.id

Torero didominasi warna merah, biru, mocha, putih, hitan dan navy. Koleksi ini dibuat dengan bahan velvet, viscose dan corduroy untuk menimbulkan kesan mewah.

" Inspirasinya datang dari kostum bullfighter yang cenderung fitted, seperti kemeja slimfit, celana high-waisted, vest, cape dan crop top blazer," tutup Meity. (ism)

Beri Komentar