Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Universitas Indonesia / Foto: Dok. UI
DREAM.CO.ID — Reputasi universitas kini tak hanya diukur dari kualitas akademik, tapi juga dari seberapa besar kepercayaan dunia kerja terhadap lulusannya. Lembaga pemeringkatan internasional QS Quacquarelli Symonds baru-baru ini merilis hasil QS World University Rankings 2026, yang menyoroti universitas dengan nilai tertinggi dalam indikator Employer Reputation (ER).
ER sendiri merupakan ukuran yang mencerminkan bagaimana pemberi kerja menilai kompetensi dan kesiapan kerja lulusan dari suatu kampus.
Dalam metodologinya, QS mengumpulkan hasil survei global terhadap ribuan pemberi kerja lintas industri dan negara. Para responden diminta menyebut universitas mana yang lulusannya dianggap paling siap kerja, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri. Indikator ini menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian global QS, dengan bobot 15% dalam ranking dunia.
Di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) menempati posisi teratas dengan skor Employer Reputation sebesar 89,3 dan peringkat global ke-78. UI dikenal konsisten melahirkan lulusan yang berkiprah di berbagai sektor penting, mulai dari pemerintahan, bisnis, hingga teknologi.

Disusul oleh Universitas Airlangga (Unair) di posisi kedua dengan skor 88,3 dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di peringkat ketiga dengan skor 85,3.
Universitas Indonesia (UI) — skor 89,3, peringkat global #78
Universitas Airlangga (Unair) — skor 88,3, peringkat global #90
Institut Teknologi Bandung (ITB) — skor 85,3, peringkat global #93
Universitas Gadjah Mada (UGM) — skor 84,7, peringkat global #192
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — skor 60,2, peringkat global #213
IPB University (Bogor Agricultural University) — skor 56, peringkat global #218
Universitas Brawijaya (UB) — skor 55,3, peringkat global #229
Universitas Diponegoro (Undip) — skor 53,2, peringkat global #237
Universitas Padjadjaran (Unpad) — skor 51,7, peringkat global #237
BINUS University (Bina Nusantara University) — skor 33,3, peringkat global #432
Dari sepuluh kampus dengan reputasi terbaik di dunia kerja, sembilan di antaranya merupakan perguruan tinggi negeri. Namun, kehadiran BINUS University di urutan ke-10 menandai perubahan lanskap pendidikan tinggi di Indonesia, di mana perguruan tinggi swasta mulai menunjukkan daya saing dalam menghasilkan talenta digital dan profesional siap kerja.
Selain itu, IPB University menunjukkan bahwa sektor pertanian, lingkungan, dan teknologi pangan tetap memiliki posisi strategis dalam kebutuhan industri global, terutama di tengah tren keberlanjutan dan transisi hijau.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa