Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Li Hua (Foto: Shenzhen University General Hospital)
Dream – Li Hua, seorang pria berusia 46 tahun, menderita Ankylosing spondylitis yang parah. Penyakit ini menyebabkan ia tidak dapat berdiri tegak.
Ia pun menjalani sebagian besar hidupnya dalam keadaan tubuh terlipat. Ankylosing spondylitis, juga dikenal sebagai penyakit Bechterew yaitu suatu kondisi di mana radang sendi mempengaruhi tulang belakang dan persendian besar.
Hal ini menyebabkan berkurangnya kelenturan pada tulang belakang. Sehingga menyulitkan seseorang untuk berdiri atau bahkan bergerak dengan benar.
Kondisi ini pertama kali muncul ketika Li Hua baru berusia 18 tahun. Saat itu, ia tak mengalami kesulitan keuangan, sehingga ia tak mampu membayar biaya perawatan.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Li semakin parah. Menyebabkan ia harus hidup dalam posisi tubuh seperti terlipat ke bawah.
Ibunya yang berusia 71 tahun, telah merawatnya selama hamoir 28 tahun. Meskipun begitu, kondisi Li tak kunjung membaik.
Hingga akhirnya, pada dokter di Rumah Sakit Umum Universitas Shenzeng, bersedia melakukan operasi pada Li, agar ia dapat berdiri layaknya orang normal.


Tao Huiren adalah dokter yang merawat Li Hua di Rumah Sakit Umum Universitas Shenzhen. Ia menganalisis kondisi Li dan membutuhkan waktu dua minggu untuk menyusun tindakan operasi.
Li harus melakukan operasi. Jika dibiarkan, kondisi Li justru dapat membahayakan nyawanya. Karena mengakibatkan gagal organ.
Dokter merencanakan empat operasi besar yang melibatkan, mematahkan tulang yang cacat dan merekonstruksinya, serta mempertahankan postur tubuh Li.
Risikonya pun cukup tinggi. Seperti terjadi kelumpuhan pasca operasi, syok hemoragik kerena kehilangan banyak darah, hingga risiko meninggal saat operasi.

Operasi pertama adalah Femoral Osteotomy yang melibatkan pemutusan dan rekonstruksi tulang paha. Sehingga memungkinkan ruang antara wajah dan paha Li naik. Operasi ini berlangsung selama tiga jam.
Operasi kedua adalah Osteotomi Serviks yang melibatkan pemutusan dan rekonstruksi leher tulang belakang yang membantunya mengangkat kepalanya. Operasi ini berlangsung selama 6 jam.
Operasi ketiga adalah Lumbar Spine Osteotomy dimana dokter mematahkan dan merekonstruksi tulang belakang lumbar untuk membantunya berdiri dengan kakinya sendiri.
Pembedahan ini melibatkan dokter dari bidang anestesiologi, ortopedi, serta ahli penyakit infeksi. Operasi ini berlangsung sekitar 10 jam. Namun setelah itu, Li akhirnya bisa berbaring telentang setelah hampir 20 tahun.
Operasi keempat adalah penggantian sendi pinggul untuk membantunya berdiri tanpa penyangga dan akan bisa berjalan dengan kakinya. Operasi ini berlangsung selama tujuh jam.

Setelah operasi selesai dan berjalan dengan lancar, tahap selanjutnya adalah rehabilitasi. Pada tahap ini, Li akan dirawat oleh seorang fisioterapi. Fisioterapi sangat penting untuk mengembalikan otot-otot Li ke jalur semula.
Dan setelah hampir setahun menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya Li Hua dapat berjalan tegak dengan kedua kakinya. Alhamdulillah.
(Sumber: indiatimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya