Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Masih banyak orang, mungkin termasuk kita, mengartikan rezeki sebagai segala sesuatu yang bersifat materi dan harta saja. Padahal sebenarnya bentuk rezeki yang Allah SWT berikan kepada hambanya bisa memiliki berbagai bentuk. Rezeki dari Allah yang sering dilupakan di antaranya nikmat kesehatan, ketenangan hati hingga nikmat bisa lelulasa beribadah.
Menurut Syekh Nawawi al-Jawi dalam Qatru al-Ghais fi Syarh Masail Abi Laits, rezeki dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat bermanfaat baik berupa makanan, minuman, pakaian dan sebagainya.
“ Rezeki tidak terbatas pada makanan dan minuman, akan tetapi segala sesuatu yang bermanfaat bagi hayawan (makhluk bernyawa) termasuk makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya. Rezeki yang paling utama adalah at-taufiq (pertolongan Allah) kepada ketaatan.”
Lalu adakah cara memperluas rezeki dalam islam? Melansir dari NU Online berikut penjelasannya.

Secara umum, Syekh Nawawi membagi rezeki menjadi dua bagian yaitu rezeki lahir dan rezeki batin.
“ Rezeki terdiri dari dua macam, pertama, rezeki lahir yaitu berupa kekuatan dan makanan untuk badan. Kedua, rezeki batin, yaitu makrifat dan mukasyafat (tersingkapnya tabir) hati dan rahasia-rahasia” (Syekh Nawawi, Qatru Al-Ghais fi Syarh Masail Abi Laits, Indonesia: Darul Ihya, hal. 4).
Rezeki lahir diartikan sebagai segala rezeki berupa kesehatan, fungsi panca indera dan anggota tubuh lainnya, makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan segala hal yang dapat bermanfaat untuk manusia secara fisiologis. Rezeki lahir dibutuhkan manusia untuk menjalankan ketaatan kepada Allah SWT, termasuk beribadah.
Sedangkan rezeki batin maknanya merujuk kepada segala hal yang Allah SWT berikan berupa petunjuk, keimanan, dan makrifat kepada Allah. Meski tak tampang, rezeki batin merupakan sebuah aspek yang sangat penting untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
Syekh Nawawi menjelaskan ada tiga hal menjadi sebab luasnya rezeki yaitu memperbanyak shalat, sholawat, dan istighfar.
Allah SWT menjelaskan dalam Surat Thaha:132 yang artinya:
“ Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, kamilah yang memberi rezeki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”
Luasnya rezeki yang Allah berikan memiliki banyak bentuk, ada yang bersifat duniawi, seperti harta, kesehatan, anak-anak shaleh, dan kecukupan hidup, maupun kenikmatan batin seperti keimanan, makrifat kepada Allah, ketenangan, dan sebagainya.
Sebagai manusia, kita perlu mensyukuri berbagai rezeki yang Allah SWt berikan pada hambanya. Cara mensyukurinya yakni dengan memperbanyak sholat, sholawat dan juga istighfar.
“ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS Hud: 6).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam