Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ahmed Al Mansi (Independent.co.uk)
Dream - Ahmed Al Mansi, 35 tahun, tampak mendekap dan menciumi dua putrinya. Dia terus membelai rambut sang anak yang terlihat begitu ketakutan.
" Ayah," teriak mereka, lalu menyembunyikan kepala di bawah bantal.
Mereka ketakutan dengan suara ledakan bom yang tak berhenti. Padahal, saat itu seharusnya mereka bahagia karena merayakan Idul Fitri.
Hanya beberapa menit sebelum serangan, Al-Mansi merekam kedua putrinya, yang berusia enam dan 12 tahun. Keduanya bermain dengan mainan pancingan yang baru saja dibelinya untuk Idul Fitri.
Al-Mansi berharap mainan itu dapat untuk mengalihkan perhatian mereka selama pemboman ganas Israel di Jalur Gaza.
Video itu diposting Rabu lalu di saluran YouTube keluarga yang disebut " Sarah and Hala stars" . Selama empat bulan terakhir, kanal tersebut telah mendokumentasikan kehidupan anak-anak di Gaza, termasuk baru-baru ini serangan udara yang fatal.
Kanal tersebut menjadi populer dan dilihat puluhan ribu kali. Keluarga ini pun jadi terkenal di media sosial. Banyak orang suka dengan tayangan pada kanal tersebut.
Dalam video, Ahmed Al-Mansi merekam dirinya sendiri membeli mainan untuk anak-anak, ternyata menjadi yang terakhir. Tiga hari kemudian dia terbunuh dalam serangan Israel.
" Saya berharap Anda bahagia Idul Fitri," kata al-Mansi sambil tersenyum. " Kami tidak akan bisa mengikuti tradisi Idul Fitri yang biasa karena… sangat berbahaya mengendarai mobil di jalanan," kata dia.
Al-Mansi tewas dalam serangkaian serangan udara yang ganas di kotanya di utara Gaza pada akhir pekan. Video yang diambil oleh anggota keluarganya yang masih hidup pada malam itu sangat mengerikan.
Rentetan serangan tidak ada habisnya. Setidaknya ada 10 serangan hanya dalam 15 detik. Dalam kegelapan, anak-anak terdengar menjerit dan muntah.
Israel mengatakan malam itu mereka menargetkan jaringan terowongan bawah tanah yang digunakan militan dalam pertempuran itu.
Al-Mansi termasuk di antara 213 orang yang tewas, sebagian besar akibat tembakan Israel di Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sebanyak 61 anak dan 36 wanita termasuk di antara jumlah itu.
Di Israel jumlah korban tewas meningkat menjadi 12 pada hari Selasa, setelah dua pekerja Thailand tewas dalam serangan roket besar-besaran di Eshkol, menurut polisi.
Meskipun upaya internasional yang intens untuk menengahi gencatan senjata dengan hadirnya utusan AS dan mediator Mesir bolak-balik antara kedua belah pihak, pertempuran terus berlanjut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan setelah pertemuan dengan pejabat militernya pada hari Senin, " Kami akan terus beroperasi selama diperlukan untuk mengembalikan ketenangan dan keamanan kepada semua warga Israel."
Militan di Gaza - yang telah menembakkan 3.200 roket dan belum pernah terjadi sebelumnya ke Israel - juga telah berjanji untuk terus melaju dan mengancam sekali lagi untuk membombardir Tel Aviv.
Terjebak dalam baku tembak adalah warga sipil yang membayar harga tertinggi. (mut)
Sumber: Independent.co.uk
Dream - Sejumlah foto proses evakuasi korban serangan Israel di Gaza bertebaran di media sosial. Mereka bergiliran mengangkut para korban untuk dibawa ke tempat aman.
Di antara sekian foto, ada satu yang menyedot perhatian yaitu ambulans berlogo Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat. Ambulans tersebut turut dipakai menolong para korban kekejaman Israel.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersyukut ambulans tersebut dapat dimanfaatkan membantu warga Palestina. Ambulans tersebut merupakan donasi warga Kota Padang melalui Pemkot Padang yang disalurkan kepada lembaga kemanusiaan.
" Kita berikan pada 2020, bulan Maret. Alhamdulillah, sekarang beroperasi membantu saudara kita di sana (Palestina)," ujar Mahyeldi, dikutip dari Padangkita.com.
Mahyeldi berharap langkah Padang dapat ditiru oleh daerah lain. Sehingga semakin banyak daerah yang turut menyalurkan bantuan untuk warga Palestina.
" Salah satu alasan Sumbar disebut sebagai provinsi dermawan karena kepedulian kita," ucap dia.
Terkait dengan situasi di Palestina saat ini, Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar segera mengadakan pembicaraan untuk membahas rencana pembukaan donasi terbuka. Sehingga masyarakat dapat turut serta membantu Palestina.
" Insya Allah nanti akan kita bicarakan lebih lanjut, minimal nanti ada zakat yang bisa kita gunakan," ucap dia.
Mahyeldi juga mengecam agresi yang kembali dilancarkan Israel terhadap Palestina. Dia pun meminta Pemerintah Pusat mendesak Israel agar segera menghentikan serangan tersebut.
" Saya sebagai Gubernur Sumbar meminta Pemerintah Pusat untuk memberikan tekanan kepada Israel," kata dia.
Desakan perlu dilakukan lantaran Israel, kata Mahyeldi, sudah melanggar hak asasi manusia. Juga melanggar hak Bangsa Palestina untuk berdiri.
" Apalagi kita bangsa Indonesia adalah negara yang mendukung kemerdekaan, bahkan Presiden beberapa kali mendukung kemerdekaan Palestina," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam