Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Aksi Modus Operandi Kecurangan Saat Ujian Kompetensi Guru (Foto: Freepik.com)
Dream - India menggelar ujian kompetensi bagi para guru dengan jumlah peserta mencapai jutaan orang. Namun tes tersebut tercoreng oleh satu kelompok pendidik di negara bagian Rajasthan yang melakukan aksi curang.
Para guru yang seharusnya menjadi teladan soal kejujuran ini berusaha menyiasati ujian tersebut dengan menggunakan perangkat Bluetooth yang tersembunyi di sol sandal mereka. Aksi ini dilakukan setelah panitia memutuskan memutus akses internet selama proses ujian berlangsung
Dikutip dari South China Morning Post, polisi menangkap 10 orang guru yang berencana menyontek dalam ujian kompetensi guru dengan menggunakan perangkat Bluetooth tersebut
Kecurangan selama ujian merupakan masalah klasik yang terjadi di India. Saat itu, pemerintah menggelar ujian untuk 1,6 juta peserta di negara bagian Rajasthan.
Polisi memiliki izin untuk memutus akses internet seluler selama ujian berlangsung demi mencegah kecurangan para peserta. Sekelompok peserta rupanya berencana menyiasati hal tersebut dengan menyembunyikan perangkat di sol sandal mereka.
Teknik ini memungkinkan para peserta yang curang tersebut menerima panggilan biasa yang akan ditransmisikan secara nirkabel ke penerima kecil yang tersembunyi di telinga mereka.
Polisi Bagian Bikaner, Priti Chandra, menerangkan modus mereka adalah dengan menempatkan anggota komplotan di luar lokasi ujian yang akan menelepon untuk mendiktekan jawaban ujian.
Namun rupanya para guru ini tak bisa menyembunyikan aksi mereka degan baik. Polisi melihat gelagat mencurigakan dari sekelompok calon guru yang ikut ujian tersebut.
Akhirnya mereka ditangkap karena bertingkah mencurigakan di luar ruang ujian pada malam sebelum ujian. Polisi pun menemukan perangkat di alas kaki mereka.
“ Kami menyadari kemungkinan kecurangan tetapi kami pikir itu akan menjadi kebocoran kertas pertanyaan atau seseorang akan menggunakan internet, oleh karena itu dibatasi di banyak kota,” kata Chandra.
“ Tapi ini adalah modus operandi yang baru. (Mereka) menjadi sangat paham teknologi," lanjutnya.
Dalam proses investigasi, polisi mengungkapkan setidaknya 25 peserta ujian telah membeli sandal jepit seharga 600.000 rupee atau sekitar Rp115 ribu per pasang.
Informasi tersebut lantas diinformasikan kepada beberapa distrik lain pada waktunya untuk ujian. Kemudian pengawas ujian meminta para peserta melepas alas kaki mereka di luar ruang ujian.
“ Dalam satu kasus kami menangkap seorang siswa setelah ujian dan harus membawanya ke dokter untuk mengidentifikasi dan melepaskan perangkat Bluetooth dari telinganya,” kata Chandra.
Kecurangan semakin marak di pemerintah India dengan sangat kompetitif, baik di universitas dan bahkan ujian sekolah. Selain itu juga banyak pihak berjuang dengan metode yang semakin canggih untuk membantu orang lulus.
Ini termasuk profesional yang mencari nafkah dengan menyamar sebagai orang lain dan mengikuti ujian menggantikan mereka, hingga geng yang mencuri atau membeli kertas ujian secara ilegal dan kemudian menjualnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan