Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Astagfirullah, Siswi SMP Dirudapaksa 6 Pria hingga Hamil

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 20 Januari 2020 12:48
Astagfirullah, Siswi SMP Dirudapaksa 6 Pria hingga Hamil
Pencabulan itu dilakukan pada bulan September dan November 2019

Dream - Kisah pilu dialami seorang siswi SMP di Desa Cisitu, Kecamatan Malongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dia menjadi korban rudapaksa enam orang pria hingga hamil.

Kapolsek Malongbong, Ajun Komisaris Abusono, mengatakan, para pelaku merudapaksa korban di Desa Skawayana dan Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Keenam pelaku kini sudah ditangkap.

" Untuk korban diketahui merupakan warga Desa Cisitu. Kita langsung tangkap keenam orang yang melakukan aksi pencabulan tersebut. Yang kita amankan berinisial AR (20), DD (19), MR (18), dan tiga orang lelaki lainnya masih di bawah umur," ujar Abusono dikutip dari Merdeka.com.

Abusono menjelaskan, rudapaksa itu terjadi pada September dan November 2019. Modusnya, korban diajak ke rumah salah satu pelaku.

1 dari 5 halaman

Kronologi Kejadian

Sekitar pukul 02.00 WIB, korban diminta minum anggur merah. Karena di bawah tekanan, korban akhirnya menenggak minuman keras itu hingga tak sadarkan diri.

" Pada saat itulah para pelaku ini melakukan aksi pencabulan secara bergiliran terhadap korban," ucap dia.

2 dari 5 halaman

Orang Tua Curiga

Meski telah mengalami pelecehan, korban tidak menceritakannya kepada siapapun. Hingga akhirnya, orang tua korban curiga dengan perubahan perilaku buah hatinya itu.

" Orang tua korban kemudian membawa anaknya untuk diperiksa, dan ternyata diketahui bahwa korban tengah hamil 2,5 bulan. Selain itu juga saat ini korban mengalami trauma," kata dia.

Akibat tindakannya, para pelaku terancam pasal 76 D juncto 81, 76 E juncto 82 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 55, 56 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

" Tetapi karena ada yang di bawah umur, tentunya akan disesuaikan dengan ketentuan," kata dia.

(Sumber: Merdeka.com/Mochammad Iqbal)

3 dari 5 halaman

16 Siswa SMP Korban Pencabulan di Pekayon Lapor Polisi

Dream - 16 siswa SMP Negeri di Pekayon, Jakarta Timur nenjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh guru berinisial AKN. Mereka melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra, mengatakan aksi bejat AKN dilakukan di rumahnya di Jalan Mukmin I, Kalisari, Jakarta Timur. Untuk mengundang para korbannya, pelaku berpura-pura meminta bantuan merekap nilai.

Agar para korbannya mau datang, pelaku juga merayu dengan iming-iming pemberian uang dan makanan.

" Saat sedang merekap nilai, pelaku meminta korban untuk menginap di rumahnya," kata Tony saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Januari 2018.

AKN kemudian melakukan aksi cabul ketika korban sedang tertidur. Pelaku juga mengancam akan memberikan nilai jelek jika aksinya dilaporkan ke orangtua korban.

Kasus ini terbongkar ketika tiga korban yang duduk di kelas VII dan VIII melapor pada 23 Desember 2017. Setelah itu, polisi meringkus pelaku pada 27 Desember 2017.

" Mendapatkan laporan itu kami langsung tindak lanjuti dengan memeriksa pelaku. Dalam pemeriksaan itu, pelaku mengakui perbuatannya itu," ucap dia.

Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 82 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

4 dari 5 halaman

Pemerkosaan Mahasiswi Indonesia Gerakkan Warga Rotterdam Demo

Dream - Kasus perkosaan yang dialami mahasiswi Indonesia di Rotterdam pada Juli lalu membuat sejumlah warga Belanda prihatin dan marah. Mereka tergerak untuk menggelar unjuk rasa terkait kasus kejahatan itu.

Dikutip dari Liputan6.com, mereka berkumpul di Rotterdam pada Selasa 31 Juli 2018. Mereka berjalan beriringan menyisiri rute yang dilalui mahasiswi Indonesia dengan bersepeda sebelum mengalami pemerkosaan, dari Central Station menuju Kralingen.

Sebagian dari mereka ada yang membawa Bendera Merah Putih sembari menangis. Ada juga wanita Belanda membawa poster berisi tulisan tangan " I am a person, not a piece of meat (Aku adalah seseorang, bukan sepotong dari daging)."

Aksi keprihatinan itu tidak hanya dilakukan kaum hawa. Sejumlah pria turut serta dalam long march menuntut keadilan bagi mahasiswi Indonesia.

" Mereka berduka untuk mahasiswi Indonesia. Mereka marah dan merasa tidak berdaya. Mereka membayangkan jika itu menimpa putri mereka atau saudara wanita mereka," ujar jurnalis HumInt Media, Bud Wichers.

Wichers mengatakan, unjuk rasa tersebut diprakarsai tiga orang wanita di Rotterdam. Mereka menyampaikan secara tegas jangan pernah menyentuh tubuh wanita tanpa seizinnya.

" Saya sangat setuju dengan pemikiran mereka. Wanita harus dihormati dan tak ada satu pun orang yang boleh menyentuhnya tanpa persetujuan darinya," kata Wichers.

Korban harus menjalani perawatan intensif karena mengalami pendarahan hebat akibat pemerkosaan. Hingga saat ini, mahasiswi Indonesia yang mengikuti program pertukaran itu masih dalam perawatan.

Kepolisian berhasil menangkap pelaku yang diketahui berusia 18 tahun. Meski demikian, kasus ini menimbulkan luka yang mendalam bagi banyak orang.

Sumber: Liputan6.com/ Afra Augesti

5 dari 5 halaman

Remaja Ciptakan Sandal Anti Pemerkosaan, Begini Cara Kerjanya

Dream – Tingginya angka kasus kejahatan seksual yang terjadi di India membuat banyak orang khawatir. Kekhawatiran juga dirasakan oleh remaja bernama Siddarth Mandala. 

Ingin membantu wanita terhindar dari perbuatan keji ini, remaja ini membuat sandal khusus bagi wanita, sandal listrik. Tujuannya agar wanita bisa melawan pelaku pemerkosaan dengan kejutan listrik.

Dilansir Oddity Central, Siddarth menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memproduksi sandal anti pemerkosaan, ElectroShoe. Alas kaki ini bisa menyetrum pelaku dengan aliran listrik 0,1 Ampere.

Selain itu, sandal ini bisa memberi tahu polisi atau keluarga, si pemakai berada dalam kondisi bahaya.

“ Saya membuat papan sirkuit yang menggunakan langkah kaki untuk mengisi daya sendiri dengan konsep piezoelektrik yang saya pelajari di kelas fisika. Semakin banyak pengguna berjalan, semakin banyak energi yang dihasilkan dan disimpan dalam baterai isi ulang,” kata remaja dari Tengalana ini kepada The Better India.

Siddarth bercerita meski berkali-kali tersetrum, dia berhasil mengembangkan alas kaki ini. Alas kaki ini membuatnya sadar bantuan dari ilmuwan sangat diperlukan.

Selama bertahun-tahun pula, remaja ini “ mengganggu” programmer dan insinyur, baik secara online maupun offline untuk mendapatkan jawaban yang dibutuhkan. Dia juga mengakui banyak yang muak dengan pertanyaan yang diajukan.

Setelah 17 kali membuat purwarupa dan gagal, akhirnya Siddarth mendapatkan model dengan versi yang layak.

“ Saat bereksperimen, saya tersetrum dua kali dan teman saya, Abishek mimisan. Tapi, saya tak ingin menyerah. Saya teringat kata-kata penemu favorit saya, Thomas Edison yang berkata, 'Saya tidak gagal dalam 1.000 kali. Bohlam adalah penemuan dengan 1.000 langkah',” kata dia.

Siddarth mengatakan ElectroShoe ini masih dalam tahap pengembangan dan belum dijual. Dia harus menemukan cara agar konsep sandal listrik ini juga bisa diterapkan di sepatu.

Remaja ini juga berencana mendaftarkan hak paten dan memasarkan alas kaki ini sesegera mungkin.