Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penyewa Tinggalkan Rumah Kontrakan Seperti Kapal Peah. (Foto: Facebook Suraya Md Amin)
Dream - Bukan hal baru jika penyewa meninggalkan rumah kontrakan dalam kondisi menyedihkan. Tidak itu saja, mereka kadang meninggalkan tunggakan tagihan listrik dan air yang mencekik leher.
Yang paling menyebalkan adalah si pemilik rumah harus susah payah untuk membayar tagihan dan memperbaiki kerusakan yang biayanya tidak sedikit.
Kisah seperti di atas ternyata dialami oleh seorang pemilik rumah bernama Suraya Md Amin dari Malaysia.
Suraya merasa jengkel dengan penyewa rumahnya yang sering mangkir saat ditagih dan tidak bertanggung jawab ketika pindah kontrakan.
Dia mengungkapkan kekesalannya di Facebook ketika rumah yang sebelumnya dalam keadaan bagus menjadi hancur berantakan.

Berikut adalah penuturan Suraya di media sosial yang dikutip Dream dari Siakapkeli.my soal rumahnya yang dikontrak penyewa yang tidak bertanggung jawab.
Posting saya bukan untuk menyalahkan siapa pun. Saya hanya berharap orang lain akan mendapat pelajaran dan tidak mengalami nasib seperti saya.

Bukannya saya tidak pernah menagih uang sewa. Sudah puluhan pesan tapi balasannya selalu nanti dan nanti. Alasannya pun bermacam-macam:
1. Uang habis untuk mengurus pemakaman adik
2. Harus membayar utang kakak yang pinjam di rentenir
3. Sistem Grab bermasalah, sehingga tak bisa ambil uang
4. Tunggu akhir bulan, baru bisa bayar
5. Gaji kecil, cuma 2.300 ringgit saja
Melihat alasan yang macam-macam itu, rasanya seperti mau cekik mereka saja. Saya pun tak pernah memaksa mereka untuk mengontrak rumah saya.
Rasanya sudah 4 kali saya suruh mereka keluar, tapi mereka tidak menggubris. Tanpa rasa malu, mereka bilang akan keluar jika sudah ada surat dari pengadilan.
Mereka itu manusia dari planet mana, ya? Memang pikiran mereka sudah di luar kotak. Mereka sudah keterlaluan.
Sebenarnya mau lapor polisi, tapi ini adalah murni kasus sipil. Jadi polisi tidak mungkin mau ikut campur.
Lalu saya pasang peringatan di pohon mangga depan rumah, supaya mereka keluar dalam waktu 7 hari.

Sementara barang-barang di dalam rumah dijadikan sebagai jaminan. Saya kira mereka bersedia, tetapi rupanya tidak.
Tanpa rasa bersalah mereka memotong pohon mangga itu dan berlagak seolah tidak terjadi apa-apa.
Pendek cerita, mereka akhirnya berjanji akan menyelesaikan masalah kontrakan yang tertunggak.
Mereka juga akan menyerahkan rumah kontrakan dalam keadaan bersih seperti sebelum disewa.
Tapi, apa yang terjadi kemudian sungguh menjengkelkan. Mereka ternyata lari tinggalkan rumah!
Penyewa rumah meninggalkan rumah kontrakan dalam keadaan hancur, dan penuh dengan kotoran kucing sebagai kenangan.
Oh ya, dia juga meninggalkan utang sewa 4 bulan. Tidak sampai di situ, semua tagihan listrik dan air juga belum dibayar.
Rumah benar-benar seperti kapal pecah. Saluran air tersumbat oleh kotoran kucing dan tombol pintu dipecahkan.

Ini baru 6 bulan. Coba bayangkan jika mereka tinggal dalam satu tahun. Rumah ini mungkin jadi kandang kucing.
Pelajaran moralnya adalah hati-hati terhadap orang yang akan menyewa atau mengontrak rumah.
Jangan lihat dari penampilan saja. Rambut sama hitam tapi hati kita tak tahu. Satu lagi, jangan mudah kasihan dengan orang.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya