Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus pembuangan bayi yang terjadi di Kampung Laci, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan kejelasan.
Polisi menyebut, pelaku pembuangan bayi ke lubang jamban itu tidak hanya dilakukan ibu korban, berinisial FJ. Nenek dari bayi malang itu yang berinisial AS diduga turut berperan pada kejahatan ini.
Peran AS diungkap setelah Kepolisian Lamba Leda, Manggarai Timur, menetapkan FJ sebagai tersangka 5 Agustus 2019. Polisi mencurigai FJ tidak bergerak sendirian.
" Karena namanya melahirkan itu tidak seorang diri. Karena yang bersangkutan itu dalam keadaan lemah," kata Kanit Reskrim Polsek Lamba Leda, Yonatan Mila, Rabu, 18 September 2019.
Peran sang nenek, AS, dalam kasus ini yaitu membantu FJ dalam proses persalinan hingga membuang bayi ke lubang jamban.
Kepolisian Sektor Lambe Leda, telah menahan dua tersangka sejak Rabu, 18 September 2019.
" Hari ini adalah penetapan penahanan. Seeanarnya tahanan Polsek Lamba Leda. Tapi, sekarang kita titip di Rutan Polres Manggarai," ujar Kapolsek Lamba Leda, Ipda Stanislaus Jemadu.
(Sah, Sumber: Berita Flores)
Dream - Anggota Polsek Cilincing, Polres Metro Jakarta Utara, membantu seorang ibu yang tengah menggendong jenazah bayi, Selasa 16 September 2019. Rupanya, bayi itu merupakan cucu yang meninggal dunia setelah lahir prematur.
Wanita yang membawa bayi itu, Dian Isramiarti (36), mengatakan, cucunya baru dilahirkan di puskesmas. Karena puskesmas tidak memiliki ambulans, maka Dian membawa jenazah cucunya menggunakan sepeda motor keponakannya.
Sementara, putri Dian saat ini masih berada di puskesmas karena kondisinya masih lemas usai melahirkan. " Kalau pihak Puskesmas sebenarnya sih saya dikasih tahu, belum ada mobil ambulans," ujar Dian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 18 September 2019.
Saat perjalanan menuju rumah dari puskesmas, rupanya sepeda motor milik keponakannya itu kehabisan bensin. Sehingga, dia membawa jenazah cucunya sambil berjalan kaki.
Melihat hal itu, Aiptu Wayan Sumerta kemudian mengantarkan Dian beserta jenazah cucunya ke rumah duka menggunakan mobil.
" Akhirnya kami spontanitas mengantar ibu ini, kita ajak dan kita antar sampai ke rumahnya," ucap Wayan.
Sesampainya di rumah duka, Wayan melihat belum ada persiapan sama sekali. Hanya ada seorang bapak dan belum ada persiapan apa-apa.
Setelah diberitahu, para tetangga kemudian berdatangan ke rumah duka.
" Kami pun ada uang uang Rp250 ribu, kami berikan Rp200 ribu ke ibu untuk biaya penguburan. Niat tulus saya hanya itu, nggak ada yang lain, hanya membantu ibu untuk penguburan, karena lihat bensinnya saja sudah habis," kata dia.
View this post on Instagram
Dream - Hal paling sulit yang dialami orang tua adalah kehilangan anak-anaknya, terutama yang masih kecil.
Itulah yang terjadi di Putrajaya, Malaysia, ketika seorang pria harus berpisah dari putrinya yang meninggal karena kecelakaan.
Sebuah video, dibagikan oleh akun Twitter Kuala Lumpur Reporter (@KL_Reporter), memperlihatkan adegan kecelakaan yang memilukan.
Four kids plunged out of a car after it collided with another car at a traffic junction at the 4th Precint in Putrajaya. The kids have been rushed to the Putrajaya Hospital pic.twitter.com/nLYPsknJHR
— Kuala Lumpur Reporter (@KL_Reporter)29 Juli 2019
Dalam video, pria tersebut menggendong anaknya yang sudah tak bernyawa. Sebelum meletakkannya di atas tandu untuk dibawa pergi oleh petugas medis.
Adegan tersebut semakin menyedihkan karena dia dikelilingi oleh anak-anaknya yang lain yang selamat dari kecelakaan tersebut.
Kuala Lumpur Reporter mengunggah video dengan judul yang cukup membuat siapa pun merinding.
" Empat anak terlempar dari mobil setelah bertabrakan dengan mobil lain di persimpangan lalu lintas 4th Precinct di Putrajaya. Anak-anak itu telah dilarikan ke Rumah Sakit Putrajaya."
Seorang saksi di tempat kejadian mengatakan saat dia membantu para korban, ayah anak-anak itu terlihat duduk di pinggir jalan.
Dia begitu sedih saat menggendong putrinya yang berusia 5 tahun sudah tidak bernyawa akibat kecelakaan mengerikan itu.
" Aku melihat betapa kuatnya dia. Dia tidak menangis atau menjerit. Dia hanya memeluk anaknya sambil berbicara. Jika saya berada di posisinya, saya tidak akan bisa sekuat itu," kata saksi mata itu.
Namun, setelah diperhatikan, pria itu bukan berbicara. Tetapi sedang membacakan doa untuk putrinya yang telah meninggal dunia.
Ketika petugas medis datang, dengan sisa-sisa tenaga, pria itu mencoba untuk meletakkan jasad putrinya dengan lembut di atas tandu.
Beruntung anggota keluarganya yang lain selamat, meski pun mengalami luka yang cukup parah.
Kecelakaan itu terjadi di Jembatan Seri Ehsan ketika Perodua Alza keluarga itu bertabrakan dengan Audi. Penumpang Audi tidak mengalami cedera yang berarti.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya