Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
George Bersama Kedua Orangtuanya Simon Dan Tracy
Dream - Penyakit diabetes bukan hanya menyerang orang dewasa, anak berusia dini pun tak luput dari serangannya. Pola makan dan gaya hidup sehat seringkali menjadi faktor utama terkenanya diabetes. Konsumsi gula secara berlebih diyakini menjadi pengaruh terbesar.
Bocah asal Inggris yakni George Vinnicombe teridentifikasi mengalami diabetes tipe 1. Fase ini, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sama sekali karena rusak atau tidak berfungsi. George harus menelan kenyataan pahit saat dokter menyatakan kondisi tubuhnya sejak usia 6 bulan.
Untuk menopang kekuatan tubuh, George mengkonsumsi Jelly Babies. Semacam permen verbentuk jeli padat beraneka rasa dan warna. Hal itu dapat menjaga kestabilan gula darahnya. Kedua orangtua George harus mengawasi waktu yang tepat bagi George untuk mengkonsumsi Jelly Babies.
Akibat gula darahnya yang rendah George harus makan Jelly Babies sebelum tidur agar tidak mengalami Hipoglikemia. Hipoglikemia merupakan dimana keadaan seseorang dapat mengalami kesadaran atau koma serta kerusakan otak. Bahkan ia juga tak boleh mengalami gula darah yang tinggi juga membahayakan dirinya. Kondisi cuaca yang berubah-ubah dingin ke panas atau sebaliknya akan mempengaruhi aktivitasnya.
Penderitaan George semakin terasa saat ia harus menyuplai hormon isulin yang dibutuhkan menggunakan pompa khusus. Hingga saat ini George talah menghabiskan lebih dari 2000 bungkus Jelly Babies untuk mencegah gula darahnya turun.
Setiap harinya George juga harus disuntik. Karena seringnya ia mendapat suntikan George tak lagi merasakan kesakitan. Padahal lebih dari 10.000 kali ditusukkan jarum dan 350 kali untuk memasukan kanula atau pompa.
Simon dan Tracy selaku orangtua sangat bangga terhadap ketegaran serta keberaniannya. Sejak usianya 6 bulan hingga kini berusia 3 tahun, ia tetap semangat dan selalu tersenyum. Simon juga memutuskan untuk mengikuti lomba lari maraton yang menempuh jarak sejauh 78,6 mil (126 km) sebagai bentuk penggalangan dana yang bekerja sama dengan yayasan amal JDRF bagi penderita diabetes tipe 1 khusus anak-anak. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya