Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ingin buah hati lebih pintar? Cobalah mengajarkan anak berbicara dalam dua bahasa. Para ahi menyatakan orangtua yang senantiasa mengobrol dalam dua bahasa bisa membantu perkembangan IQ seorang anak.
Keuntungan bayi yang terpapar dua bahasa ini ditemukan lewat studi yang dilakukan oleh sebuah tim peneliti dan dokter di Singapura. Tim ini mencoba mengungkapkan kelebihan kognitif yang didapat anak dilingkungan keluarga dua bahasa.
Hasilnya, anak yang lahir dari keluarga dengan dua bahasa, tanpa melihat bahasa yang dipakai, memiliki kelebihan pertumbuhan kognitif yang lebih cepat.
Penemuan yang dituangkan dalam jurnal Science Daily ini diperoleh lewat serangkaian studi kelompok jangka panjang oleh tim peneliti. Seorang ibu berkewarganegaraan Singapura dan anaknya dilibatkan dalam penelitian tersebut.
Alhasil, seperti dikutip Dailymail, Minggu, 7 September 2014, bayi berusia enam bulan yang tinggal di keluarga dengan dua bahasa mampu lebih cepat mengenai keluarganya dibandingkan pasangan suami-istri monolingual.
Para bayi ini juga lebih cepat memperhatikan hal-hal baru dibandingkan bayi monolingual.
Sebagai contoh, semua bayi disodorkan gambar berwarna dari beruang dan serigala. Untuk satu kelompok, beruang sengaja terus disodorkan sebagai gambar tunggal, sementara serigala disiapkan sebagai gambar baru. Begitu juga sebaliknya dengan kelompok yang lain.
Hasil studi menunjukan, bayi bilingual biasanya lebih cepat bosan dengan gambar sama yang disodorkan kepadanya.
Bayi-bayi yang cepat bosan dengan gambar yang sama sesungguhnya sedang menunjukan perkembangan kemampuan kognitif dan bahasa dibandingkan bayi monolingual.
Penelitian lain juga menunjukan adanya perkembangan anak bilingual dalam hal IQ dan berbicara di usia empat tahun. Bayi bilingual bisanya meyerap informasi linguistik baru dengan lebih cepat.
Bayi enam bulan yang terpapar dua bahasa di rumah pada dasarnya tak hanya sedang mempelajari bahasa yang berbeda. Pendengaran bayi sebenarnya ikut diasah untuk membedakan dua bahasa tersebut.
" Seperti orang dewasa, belajar bahasa kedua bisa menyakitkan sekaligus melelahkan. Kami terkadang membayangkan kesulitan yang dihadapi oleh bayi ditengah kebingungan besardari dua bahasa berbeda di dalam otak kecil mereka," ujar Associate Professor dari Departemen Psikologi Fakultas Seni dan Ilmu Sosial, National University of Singapore's, Leher Singh. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya