Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Alex Dan Polisi (Foto: Instagram @depok24jam)
Dream - Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, Alex Ahmad Hadi Ngala, ternyata tak memiliki kehidupan mewah bak panglima kerajaan dalam dongeng. Alex bahkan menjadi salah satu penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Ketua RT5/1 Kemirimuka, Depok, Syarif Sumirat, membenarkan Alex merupakan salah satu warganya. Alex tinggal bersama istri dan anaknya di lingkungan itu. Dalam kesehariannya, Alex tidak memiliki pekerjaan tetap dan jarang bersosialisasi dengan warga di lingkungannya.
" Enggak ada kerjaannya, di kartu keluarga juga ada pekerjaannya," ujar Syarif soal panglima Kekaisaran Sunda Nusantara itu, Jumat, 7 Mei 2021.

Lantaran tidak memiliki pekerjaan, sambung dia, pengurus lingkungan mencatatkan Alex sebagai penerima bansos.
Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, Alex dibantu kedua anaknya yang sudah menikah dan bekerja. Sementara, tempat tinggalnya yang menjadi kantor Kekaisaran Sunda Nusantara itu, merupakan rumah peninggalan mertuanya.
" Sebelumnya tinggal bersama mertua tetapi mertuanya sudah meninggal empat bulan yang lalu," terang Syarif.
Syarif mengungkapkan, Alex sangat jarang mengikuti kegiatan lingkungan seperti kerja bakti. Namun, untuk kegiatan lingkungan seperti tahlilan apabila ada warga yang meninggal, Alex mau mengikuti kegiatan tersebut. Namun Alex dikenal jarang bersosialisasi di lingkungan.
" Kalau kumpul di lingkungan, waktu ada kegiatan tahlilan aja, kalau kegiatan lain enggak pernah," kata Syarif.
Syarif menjelaskan, Alex dahulunya merupakan salah satu pengurus partai, namun Syarif enggan menyebutkan nama partai yang diikutinya.
Dia mengetahui Syarif mengikuti Kekaisaran Sunda Nusantara dari mertuanya sebelum meninggal.
“ Tahunya itu 10 tahun lalu dari mertuanya, setelah itu tidak dengar lagi dan baru dengar sekarang ini,” ucap Syarif.
Dia menuturkan, dari pengamatannya, Alex bersama anggota Kekaisaran Sunda Nusantara jarang berkumpul di rumah Alex. Selain itu, belum ada warga yang melapor soal perkumpulan Sunda Nusantara di rumah Alex, hal itulah yang membuat dirinya mengira Alex sudah tidak mengikuti kelompok tersebut.
" Karena tidak ada warga yang melapor dan terlihat berkumpul namun nyatanya Kelompok yang diikuti Pak Alex masih ada," ujar Syarif.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam