7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Doa Agar Selalu Diberikan Sifat Qona'ah Di Dalam Diri (Foto: Freepik.com)
Dream – Seringkali dengan rezeki yang sudah diberikan oleh Alloh SWT, manusia masih merasa kurang puas dan tidak cukup atas hasil yang diusahakan.
Hal semacam ini adalah sifat dari kufur nikmat Tuhan, sehingga sebagai manusia kita harus memiliki sifat qona’ah atau menerima apa adanya.
Qona’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakan serta menjauhkan diri dari rasa tidak puas.
Orang yang memiliki sifat qona’ah selalu merasa yakin bahwa apa yang diperoleh adalah kehendak dari Alloh SWT.
Sifat qona’ah ini dicontohkan langsung oleh Baginda Rasulullah SAW semasa hidupnya. Beliau SAW ketika lapar akan memakan apa yang ada, artinya tidak pilih-pilih makanan.
Supaya kita terhindar dari sifat kufur nikmat dan selalu konsisten diberikan sifat qona’ah maka kita perlu berdoa memohon kepada Allah.
Sebagai orang yang beriman, kita harus memiliki sifat qona’ah agar bisa menerima ketentuan Allah dalam masalah rezeki.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin karangan Imam al-Ghazali, telah disebutkan doa yang perlu dibaca sehari-hari supaya kita memiliki sifat qona’ah. Lafadz doa agar diberikan sifat qona’ah adalah sebagai berikut:

Allohummarzuqni halalan la tu’aqibni ‘alaihi wa qanni’ni bima rozaqtani wasta’milni bihi sholihan taqobbalhu minni. Allohumma qonni’ni bima rozaqtani wa barikli fihi wakhluf ‘alayya kulla ghaibatin li bikhoirin.
Artinya:
“ Ya Allah anugerahilah aku rezeki yang halal, janganlah Engkau siksa aku atas rezeki itu. Anugerahilah aku sifat mencukupkan diri (sifat qona’ah) dengan apa yang telah Engkau rezekikan padaku dan pakaikanlah aku dengan rezeki itu pada jalan yang baik dan terimalah yang baik itu daripadaku. Ya Alloh anugerahilah aku sifat qona’ah atas apa yang telah Engkau rezekikan kepadaku dan berkahilah aku dalam rezeki tersebut, dan gantilah atasku setiap sesuatu yang hilang dariku dengan kebaikan.”

Sebagai Nabi sekaligus Rasul yang menyampaikan wahyu Alloh kepada umat manusia, Nabi Muhammad SAW memiliki sifat qona’ah. Sejak kecil beliau tidak pernah mencela makanan yang diberikan kepadanya.
Padahal biasanya anak-anak kecil pasti selalu pemilih dalam hal makanan. Bahkan seringkali masa anak-anak pada umumnya memaksa-maksa makan makanan yang tidak ada.
Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila kurang berkenan terhadap satu makanan, beliau tingglakan tanpa mencelanya. Beliau akan makan dan minum apa yang mudah tanpa harus memaksa-maksa.
Nabi Muhammad SAW ketika makan akan menggunakan tiga jarinya, dan minum dengan cara duduk serta bernapas tiga kali tatkala minum.
“ Rasulullah SAW bersabda: Kalian jangan minum seperti minumnya unta, minumlah dua atau tiga kali napas.” (HR. Tirmidzi).
Itulah akhlak dan pribadi Nabi Muhammad SAW yang luhur dan selalu bersifat qona’ah. Beliau selalu menjaga kehormatan diri dan bersikap menerima apa adanya.
(Dilansir berbagai sumber)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?