Bak Kiamat di China

Reporter : Sugiono
Kamis, 29 Juli 2021 07:00
Bak Kiamat di China
Bencana alam tersebut seolah membuat Kota Dunhuang menghilang ditelan badai yang datang dari Gurun Gobi.

Dream - Baru saja dilanda tragedi banjir besar yang mengerikan, China sekali lagi diuji oleh bencana alam yang tak kalah menakutkannya.

Kali ini Kota Dunhuang yang berada di Provinsi Gansu diterjang badai pasir 'raksasa' setinggi lebih dari 100 meter.

Bencana alam tersebut seolah membuat Kota Dunhuang menghilang ditelan badai yang datang dari Gurun Gobi.

1 dari 4 halaman

Rekaman video yang dilansir South China Morning Post memperlihatkan Kota Dunhuang di China menghilang di balik badai pasir pada hari Minggu.

Badai pasir raksasa itu sampai mempengaruhi jarak pandang hingga kurang dari lima meter di beberapa daerah.

Badai pasir raksasa di Kota Dunhuang, Provinsi Gansu.© Video YouTube South China Morning Post

Polisi langsung memberlakukan penyekatan di gerbang tol dan meminta pengendara yang hendak masuk untuk berbalik arah.

Sementara yang sudah terlanjur berada di jalan tol diperintahkan untuk segera keluar karena jarak pandang yang sangat membahayakan.

Suasana Kota Dunhuang sebelum diselimuti badai pasir raksasa.© Video Twitter Sharing Travel

Selain lalu lintas, kedatangan badai pasir itu juga mengganggu lebih dari 400 penerbangan dari dua bandara utama di kota tersebut.

2 dari 4 halaman

Sementara video lainnya yang diunggah Sharing Travel di Twitter juga menunjukkan kondisi yang tidak jauh berbeda.

Tampak awan badai pasir muncul di Kota Dunhuang dari kejauhan sekitar jam 3 sore. Dilaporkan badai pasir datang dari Gurun Gobi yang berada di sebelah barat Kota Dunhuang.

Namun disebutkan dalam kicauan itu, para turis malah senang dengan kehadiran badai itu karena dianggap sebagai pengalaman yang langka.

 

Dengan nada bercanda, cuitan akun @lsjngs itu menyatakan baru ditinggal dua detik saja, dunia sudah benar-benar berubah.

Candaan itu mengacu kepada bencana banjir dahsyat yang melanda wilayah Provinsi Henan, China bagian tengah belum lama ini.

3 dari 4 halaman

Menurut otoritas setempat badai pasir ini sudah biasa terjadi di Dunhuang. Namun badai pasir pada hari Minggu lalu merupakan peristiwa yang langka.

Masalahnya, badai pasir dari Gurun Gobi ini akan turun di Dunhuang sekitar bulan Maret hingga Mei. Namun kali ini justru terjadi di bulan Juli.

Para ahli menyebut kejadian langka ini kemungkinan dipicu oleh cuaca panas dan musim kemarau yang ekstrem di wilayah tersebut.

Sumber: Siakapkeli.my

4 dari 4 halaman

Videonya

Beri Komentar